SMP Negeri di Jambi Sepi Peminat, Maulana Siapkan Program Tahfiz

Loading

JAMBI- Sejumlah SMP Negeri di Kota Jambi masih kekurangan peserta didik baru dalam SPMB tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, ada sekolah yang tercatat hanya mendapatkan kurang dari 10 murid baru.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Jambi. Evaluasi akan dilakukan terhadap sekolah-sekolah yang terus mengalami kekurangan siswa.

“Ke depan sekolah-sekolah yang sepi peminat akan kita evaluasi. Tidak menutup kemungkinan dilakukan merger atau penggabungan sekolah sebagai langkah efisiensi,” kata Maulana, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya disebabkan jumlah anak usia sekolah yang menurun. Kondisi fasilitas dan lingkungan sekolah juga ikut memengaruhi pilihan orang tua.

Maulana mencontohkan SMP Negeri 23 Kota Jambi yang kerap terdampak banjir. Kondisi lapangan sekolah yang sering tergenang dinilai dapat memengaruhi kenyamanan kegiatan belajar mengajar sekaligus minat calon siswa.

Di sisi lain, terdapat SMP Negeri yang sudah memenuhi daya tampung, sementara sekolah lain masih memiliki banyak kursi kosong. Pemkot Jambi meminta sekolah yang masih memiliki kuota membuka pendaftaran secara langsung bagi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah.

“Kami berharap sekolah yang masih memiliki kuota bisa membuka pendaftaran secara offline agar anak-anak yang belum tertampung tetap bisa bersekolah,” ujarnya.

Maulana juga mempertimbangkan kondisi sekolah swasta dalam kebijakan penerimaan murid baru. Pemkot Jambi tidak ingin pembukaan pendaftaran secara daring terus-menerus membuat sekolah swasta semakin kehilangan calon peserta didik.

Menurut Maulana, pilihan orang tua terhadap pendidikan juga mengalami perubahan. Sebagian keluarga kini memilih madrasah tsanawiyah (MTs) maupun pondok pesantren yang menawarkan pendidikan umum sekaligus keagamaan.

“Kalau kita lihat sekarang, banyak orang tua yang memilih sekolah berbasis Islam atau pondok pesantren. Itu memang menjadi tren yang cukup diminati,” katanya.

Untuk merespons perubahan tersebut, Pemkot Jambi akan mendorong sekolah negeri memiliki program unggulan. Salah satunya melalui penguatan pendidikan keagamaan dan pengembangan program tahfiz Al-Qur’an.

Maulana telah meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi menyiapkan penguatan nilai-nilai agama di sekolah negeri. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu keunggulan yang membuat SMP Negeri tetap menjadi pilihan masyarakat.

“Dengan adanya program tahfiz dan penguatan pendidikan agama, kami berharap sekolah negeri memiliki keunggulan tersendiri sehingga semakin diminati masyarakat,” pungkasnya. (red/*)

Pos terkait