2.500 Siswa Jadi Sasaran Bantuan Kuota Gratis, Maulana Pastikan Penyaluran Akan Tepat Sasaran

Loading

Jambi- Pemerintah Kota JAMBI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota JAMBI menyalurkan bantuan kuota internet senilai Rp50 juta untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa terdampak kabut asap.

Wali Kota Jambi Maulana memastikan bantuan kuota internet tersebut telah disalurkan dan proses penyalurannya sedang berjalan melalui Dinas Pendidikan Kota Jambi.

“Sudah kita salurkan sesuai prosedur melalui data dari Dinas Pendidikan Kota Jambi,” ujar Maulana saat ditemui kemarin, Rabu, 21 Oktober 2026.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu siswa tetap mengikuti pembelajaran daring sekaligus meringankan beban orang tua, terutama keluarga kurang mampu yang harus menyediakan akses internet selama kegiatan belajar berlangsung dari rumah.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan kuota internet bagi sekitar 2.500 siswa tingkat SD dan SMP.

“Anak-anak yang tidak mampu atau sekitar kita kurang lebih dua ribu lima ratus siswa, mereka akan menerima kuota internet,” ujarnya saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Kota Jambi, Selasa, 13 Oktober 2026.

Penerima bantuan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang membutuhkan. Data kesejahteraan, termasuk kelompok desil terbawah, menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan.

Dinas Pendidikan Kota Jambi juga melakukan pendataan terhadap siswa di sekolah negeri maupun swasta agar bantuan dapat menjangkau peserta didik yang membutuhkan dukungan biaya internet.

bantuan senilai Rp50 juta tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Ketua Baznas Kota Jambi Muhamad Padli kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mardiansyah, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kota Jambi, bantuan itu bersumber dari program tanggap bencana kabut asap Kota Jambi Tahun 2026 dan disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Dana bantuan berasal dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah masyarakat serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bersama Baznas untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap.

Dengan penyaluran yang dilakukan melalui data Dinas Pendidikan, pemerintah berharap bantuan kuota internet dapat diterima siswa yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Meski demikian, jumlah penerima yang ditargetkan mencapai sekitar 2.500 siswa, sedangkan total bantuan yang disiapkan sebesar Rp50 juta dengan rincian bantuan Rp.20.000 Per Siswa. Karena itu, informasi mengenai mekanisme pembagian kuota, besaran yang diterima setiap siswa, serta realisasi jumlah penerima menjadi hal penting untuk diketahui masyarakat.

Hingga kini, angka sekitar 2.500 siswa merupakan sasaran penerima yang sebelumnya disampaikan Dinas Pendidikan. Sementara itu, pernyataan terbaru Maulana menegaskan bahwa penyaluran telah dilakukan sesuai prosedur melalui data Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, perkembangan jumlah siswa yang telah menerima bantuan dan siswa yang masih menunggu penyaluran perlu terus dipantau.

Bantuan kuota internet menjadi salah satu upaya menjaga hak siswa untuk memperoleh pendidikan ketika kondisi udara memburuk dan pembelajaran harus dilakukan dari rumah.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi telah menerapkan kebijakan PJJ bagi satuan pendidikan sebagai langkah perlindungan kesehatan peserta didik akibat pencemaran udara. Kebijakan tersebut merujuk pada surat edaran pemerintah daerah dan mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara.

Namun, pelaksanaan pembelajaran daring juga memiliki tantangan, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi dan akses internet. Selain kuota, siswa membutuhkan perangkat yang memadai serta pendampingan orang tua agar tetap dapat mengikuti materi dan tugas yang diberikan guru.

Melalui bantuan ini, Pemkot Jambi berharap siswa dapat mengikuti pembelajaran dari rumah tanpa terlalu terbebani biaya internet. Di sisi lain, transparansi data penerima dan pemantauan realisasi penyaluran tetap diperlukan agar bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi siswa terdampak kabut asap. (*)

Pos terkait