![]()
Jambi- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai indikator ekonomi Jambi pada 2026 menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemerintah masih perlu membenahi persoalan harga pangan, kesejahteraan peternak, hilirisasi komoditas, dan pengembangan pariwisata agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
Berdasarkan data ekonomi Agustus 2026, inflasi Jambi tercatat 0,38 persen secara bulanan dan 3,60 persen secara tahunan. Ivan menyoroti dominasi kelompok pangan dalam tekanan inflasi, terutama kenaikan harga daging ayam ras yang turut dipengaruhi kebutuhan pasar dan biaya produksi.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pasokan, distribusi, serta keterlibatan peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan pangan, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program MBG harus didukung, tetapi kebutuhan pangan juga harus diantisipasi. Jangan sampai pasokan tidak siap sehingga harga naik dan masyarakat ikut terbebani,” ujar Ivan, Jumat (4/9/2026).
Ia juga menyoroti ketimpangan kesejahteraan antarprodusen. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) Jambi mencapai 193,63, NTP subsektor peternakan tercatat 98,73 atau masih di bawah angka 100. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap biaya pakan dan rantai distribusi peternakan.
Ivan mendorong pemerintah memperkuat akses pasar, fasilitas penyimpanan, serta kepastian pembelian hasil produksi agar petani dan peternak memperoleh keuntungan yang lebih adil.
Selain pangan, ia meminta percepatan hilirisasi agar komoditas unggulan Jambi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Penguatan infrastruktur logistik dan pelabuhan juga dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi di daerah.
Di sektor pariwisata, Ivan mendorong pengembangan acara dan paket wisata lintas destinasi agar wisatawan tinggal lebih lama dan belanja mereka berdampak pada ekonomi lokal.
“Keberhasilan ekonomi bukan hanya soal angka pertumbuhan atau surplus perdagangan. Yang terpenting, harga pangan terjangkau, petani dan peternak sejahtera, komoditas diolah di Jambi, serta lapangan kerja semakin terbuka,” tegasnya.







