![]()
JAMBI– Bank Jambi dinilai memiliki peluang besar mengembangkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI). Skema pembiayaan tersebut dinilai tidak hanya membuka sumber pertumbuhan bisnis baru bagi bank daerah, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian Provinsi Jambi.
Pengamat perbankan Laila Farhat mengatakan, inovasi pembiayaan berbasis pengembangan SDM perlu menjadi perhatian Bank Jambi seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif di pasar internasional.
Menurut Laila, langkah Bank BJB yang menggandeng lembaga pelatihan kerja dalam penyaluran KUR PMI dapat menjadi referensi bagi Bank Jambi sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD).
“Ke depan, Bank Jambi memiliki peluang memperluas portofolio pembiayaannya ke sektor pengembangan SDM melalui KUR PMI. Ini bukan sekadar penyaluran kredit, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Laila, Kamis (23/7/2026).
Ia menilai Bank Jambi memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan skema tersebut, mulai dari permodalan, jaringan layanan, hingga pengalaman dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada UMKM dan sektor prioritas.
Menurutnya, Provinsi Jambi memiliki jumlah tenaga kerja usia produktif yang besar dan membutuhkan akses pembiayaan untuk mengikuti pelatihan maupun proses penempatan kerja ke luar negeri. Dengan pembiayaan yang terjangkau, semakin banyak generasi muda Jambi berpeluang memperoleh pengalaman kerja internasional, meningkatkan pendapatan, sekaligus membawa pulang keterampilan baru.
Laila menambahkan, manfaat KUR PMI tidak hanya dirasakan oleh penerima pembiayaan.
Remitansi yang dikirim pekerja migran kepada keluarga di daerah diyakini akan meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi rumah tangga, hingga membuka peluang investasi dan usaha baru.
“Efek berganda dari remitansi ini akan memperkuat perekonomian daerah. Karena itu, KUR PMI bukan hanya memberikan manfaat bagi pekerja migran, tetapi juga bagi masyarakat dan daerah secara keseluruhan,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Laila, pengembangan KUR PMI juga berpotensi memperluas basis nasabah produktif Bank Jambi sekaligus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan daerah.
Ia menekankan implementasi program harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui seleksi debitur yang baik serta kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga pelatihan kerja agar risiko pembiayaan dapat dikelola secara optimal.
“Perbankan saat ini tidak hanya dituntut mengejar pertumbuhan aset dan laba, tetapi juga menghadirkan dampak pembangunan. KUR PMI menjadi salah satu instrumen yang mampu menghubungkan tujuan bisnis dengan misi sosial melalui penciptaan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat global,” tutupnya. (red)







