Wali Kota Jambi Dorong Tol Sumatera hingga Dana Daerah Dibahas di Rakernas APEKSI

Loading

JAMBI– Wali Kota Jambi Maulana membawa sejumlah persoalan pembangunan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI. Mulai dari konektivitas, dana transfer, transportasi publik hingga pemerataan pendidikan dan kesehatan disorot.

Hal itu disampaikan Maulana dalam sidang pleno Rakernas APEKSI di Medan, Kamis malam (2/7/2026). Maulana hadir sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) II APEKSI yang mencakup kota-kota di wilayah Sumbagsel.

Maulana mengatakan berbagai usulan tersebut merupakan hasil Musyawarah Komwil II APEKSI yang digelar di Kota Jambi pada November 2025. Rekomendasi itu kemudian dibawa ke forum nasional untuk diperjuangkan bersama.

Salah satu poin yang dinilai penting ialah penguatan kemampuan fiskal daerah. Pemerintah pusat didorong mempertahankan sekaligus mengoptimalkan transfer ke daerah, termasuk memastikan pembagian dana bagi hasil dilakukan secara transparan dan objektif.

“Kami mendorong penguatan pembangunan daerah melalui transfer pusat ke daerah dengan perhitungan dan pembagian dana bagi hasil yang transparan dan objektif,” kata Maulana, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, formula dana alokasi umum juga perlu memperhitungkan karakteristik dan tantangan masing-masing kota. Termasuk kebutuhan belanja pegawai, program strategis daerah hingga beban kepala daerah.

Selain persoalan fiskal, konektivitas antardaerah menjadi perhatian. Maulana meminta percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Sumbagsel, termasuk penyelesaian Tol Sumatera.

“Kami wali kota se-Sumbagsel mendorong agar APEKSI juga mendorong percepatan penyelesaian Tol Sumatera. Ini menyangkut akses pangan, barang dan manusia,” ujarnya.

Dia juga menyoroti ketimpangan sarana transportasi dan infrastruktur antarwilayah. Pemerintah pusat diminta memperkuat transportasi publik perkotaan serta pembangunan jaringan kereta api yang menghubungkan wilayah-wilayah di Sumbagsel.

Tak berhenti di infrastruktur, Maulana turut membawa isu pemerataan kualitas sumber daya manusia. Dia mengusulkan penambahan lokasi pembangunan Sekolah Garuda di kawasan Sumbagsel, rumah sakit tematik, serta revitalisasi Balai Latihan Kerja Daerah.

Menurutnya, penguatan pendidikan, kesehatan dan keterampilan tenaga kerja menjadi bagian penting agar daerah di Sumbagsel mampu meningkatkan daya saing.

Maulana juga meminta adanya kemudahan bagi pemerintah daerah untuk mengakses sumber pembiayaan di luar APBN. Menurutnya, regulasi pembiayaan daerah perlu dibuat lebih fleksibel namun tetap berkeadilan.

Dia berharap berbagai rekomendasi tersebut dapat menjadi bagian dari agenda bersama APEKSI untuk memperkuat pembangunan kota-kota di Indonesia.

“Semoga Rakernas APEKSI ini menghasilkan keputusan terbaik untuk semua dan kita tetap bersinergi membangun kota-kota demi kota yang tangguh, bangsa yang berdaulat,” pungkasnya. (red/*)

Pos terkait