Maulana Serahkan Rumah Layak Huni, Program APBD Jambi Langsung Dirasakan Warga

Loading

JAMBI- Wali Kota Jambi Maulana menyerahkan bantuan bedah rumah kepada warga RT 33, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo. Bantuan yang bersumber dari APBD Kota Jambi 2025 itu diberikan untuk memperbaiki rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni.

Penyerahan bantuan dilakukan Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Minggu (14/6/2026). Bantuan tersebut diterima Susilawati, warga setempat yang menjadi salah satu penerima manfaat program.

Maulana mengatakan program bedah rumah tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pelaksanaannya juga melibatkan gotong royong masyarakat sehingga nilai bantuan yang diberikan dapat berkembang lebih besar.

“Anggaran pemerintah yang kita berikan Rp 20 juta. Tapi dengan gotong royong masyarakat, nilainya bisa berkembang menjadi lebih dari Rp 40 juta,” kata Maulana.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi penerima. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi ikut terlibat dalam proses pembangunan.

Maulana menilai semangat tersebut merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan di tengah masyarakat.

“Kalau ada warga yang mengalami kesulitan, masyarakat di sekitarnya ikut membantu. Inilah semangat kebersamaan yang harus kita jaga,” ujarnya.

Selain bedah rumah, Maulana menyoroti pelaksanaan Program Kampung Bahagia di lingkungan RT 33. Program tersebut dinilai berhasil mendorong warga ikut terlibat dalam pembangunan lingkungan.

Salah satunya terlihat dari pembangunan jalan rabat beton. Jalan yang awalnya direncanakan sepanjang 110 meter justru dapat dibangun hingga 135 meter.

“Tambahan 25 meter itu berasal dari swadaya masyarakat. Ada yang menyumbang tenaga, menyediakan makanan, sampai meminjamkan peralatan,” jelas Maulana.

Dia mengatakan capaian tersebut menunjukkan pembangunan di tingkat lingkungan dapat berjalan lebih maksimal ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.

Maulana berharap budaya gotong royong tidak hanya muncul ketika ada program pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Ini bagian dari nilai ta’awun, saling membantu dan saling menolong. Nilai seperti ini harus terus kita hidupkan di masyarakat,” tutupnya. (red)

Pos terkait