![]()
Jambi- Wali Kota Jambi Maulana menilai debat calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya pengusaha muda yang tangguh dan berkarakter. Selain memperkuat kualitas kepemimpinan organisasi, kegiatan tersebut dinilai turut memberikan dampak ekonomi bagi Kota Jambi.
Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menghadiri debat perdana calon ketua umum BPP HIPMI periode 2026–2029 di BW Luxury Hotel, Kota Jambi, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Jambi dan masyarakat Kota Jambi berterima kasih karena telah memilih kota ini sebagai tuan rumah penyelenggaraan debat perdana calon Ketua Umum BPP HIPMI,” ujar Maulana.
Menurut Maulana, penyelenggaraan agenda berskala nasional tersebut bukan hanya menjadi ruang bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Ia menyebut aktivitas selama kegiatan berlangsung turut menggerakkan sektor perhotelan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Jambi.
“Omzet Kota Jambi meningkat selama pelaksanaan debat ini, UMKM di Kota Jambi omzetnya naik. Ini membuktikan bahwa HIPMI memang pro kepada rakyat dan para pengusaha kecil,” katanya.
Kehadiran delegasi dari berbagai daerah bersama tim pendukung masing-masing juga dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Kota Jambi kepada masyarakat yang lebih luas. Pemerintah kota berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat citra daerah sebagai kota perdagangan dan jasa sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
“Para ketua umum daerah HIPMI se-Indonesia yang datang juga membawa tim suksesnya. Kami berharap Kota Jambi bisa lebih dikenal lagi,” lanjut Maulana.
Lebih dari dampak ekonomi jangka pendek, Maulana menyoroti pentingnya peran HIPMI dalam membangun mentalitas kewirausahaan generasi muda. Menurutnya, pembentukan karakter pengusaha perlu didukung melalui ruang diskusi, pertukaran gagasan, serta kesempatan untuk mengenal tantangan dunia usaha secara langsung.
“Karena ini adalah upaya membangun karakter anak-anak muda sebagai pengusaha, mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Kota Jambi,” tutur Maulana.
Debat perdana tersebut mempertemukan empat kandidat, yakni Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla. Jalannya debat dipandu moderator Brigita Manohara dengan menghadirkan panelis dari kalangan pengusaha, organisasi dunia usaha, legislatif, dan akademisi.
Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari secara resmi membuka debat tersebut. Ia mengingatkan para kandidat agar menjadikan forum sebagai ruang pertukaran gagasan untuk memperkuat organisasi dan kontribusi HIPMI terhadap perekonomian nasional.
“HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah dan motor penggerak ekonomi daerah. Pesan saya, jadikan ajang ini tempat bertukar ide, bukan saling menjatuhkan. Kita tetap satu keluarga besar,” tegas Akbar.
Akbar juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan rangkaian Munas XVIII HIPMI. Ia berharap para kandidat dapat memanfaatkan debat untuk menawarkan gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan pengusaha muda dan perkembangan ekonomi Indonesia.
Rangkaian debat dijadwalkan berlanjut di Bali pada 23 Mei 2026, sebelum debat puncak digelar di Jakarta. Agenda tersebut menjadi bagian dari proses menuju pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029.
Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Jambi Al Haris, Erwin Aksa, A Bakri, Rocky Candra, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, serta jajaran pejabat daerah dan pengurus HIPMI.







