Kota Jambi Raih Penghargaan BPOM, Maulana Bidik Predikat Pangan Aman Unggul

Loading

Jambi- Pemerintah Kota Jambi membidik predikat lebih tinggi dalam penilaian keamanan pangan setelah meraih penghargaan Kota Pangan Aman Level 3 kategori Sedang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengawasan pangan, termasuk makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu fokus yang akan diperkuat.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPOM Jambi, Musthofa Anwari, kepada Wali Kota Jambi Maulana yang didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha di ruang kerja wali kota, Selasa (12/5/2026).

Maulana menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. Meski menjadi capaian tertinggi di Provinsi Jambi menurut keterangan yang disampaikan Pemkot, ia menegaskan masih ada sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Kami bersyukur atas pencapaian ini, kita sudah yang tertinggi di Provinsi Jambi walaupun masih dalam kategori sedang. Kita akan targetkan untuk kategori unggul dengan kolaborasi bersama pihak-pihak terkait. Nanti akan kita penuhi poin-poin yang masih rendah dan kita bentuk tim khususnya,” ujar Maulana.

Pemerintah kota berencana memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

Salah satu perhatian utama adalah pelaksanaan program MBG. Maulana meminta BPOM Jambi bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi melakukan pengambilan sampel makanan secara berkala di 46 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Jambi.

“Kami meminta dukungan BPOM bersama Dinkes Kota Jambi dalam mengambil sampling makanan secara periodik terhadap 46 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Jambi. Kalau kita sering turun ke lapangan, mereka pasti sangat hati-hati,” katanya.

Pengawasan berkala diharapkan membantu mendeteksi potensi masalah keamanan pangan lebih dini. Selain pemeriksaan sampel, koordinasi antara instansi terkait juga diperlukan agar proses penyediaan dan distribusi makanan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Maulana mengatakan, keamanan pangan menjadi perhatian penting bagi Kota Jambi yang bukan merupakan daerah utama penghasil bahan pangan. Karena itu, pengawasan terhadap kualitas makanan dan produk yang masuk maupun beredar di masyarakat perlu dilakukan secara konsisten.

“Terima kasih kepada BPOM atas penghargaan ini. Kita berharap Kota Jambi bisa terus menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh menjadi titik akhir. Pemkot Jambi akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki indikator penilaian yang belum optimal sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen.

“Keamanan pangan adalah bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan percaya terhadap produk pangan yang mereka konsumsi setiap hari,” tegas Maulana.

Sementara itu, Kepala BPOM Jambi Musthofa Anwari menyatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan pemerintah kota untuk mendorong peningkatan hasil penilaian keamanan pangan.

“Sesuai dengan pernyataan Pak Wali Kota Maulana, ke depan akan kita tingkatkan hingga predikat unggul. Hal ini tentunya memerlukan sinergi bersama antara BPOM dan Pemerintah Kota Jambi,” kata Musthofa.

Pemkot Jambi berharap penguatan pengawasan, pembinaan pelaku usaha, serta pemeriksaan pangan secara berkala dapat meningkatkan standar keamanan pangan di daerah. Upaya tersebut juga diharapkan mendukung pelaksanaan program MBG agar makanan yang diterima masyarakat, khususnya penerima manfaat program, memenuhi ketentuan keamanan dan kesehatan.

Pos terkait