Kampung Bahagia Tahap II Jambi Mulai Dibangun September, 787 RT Jadi Sasaran

Loading

JAMBI- Pemkot Jambi mulai mematangkan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II 2026. Pembangunan fisik ditargetkan mulai September dan mencakup 787 RT di seluruh Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan saat ini masyarakat di masing-masing RT tengah melakukan rembuk untuk menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan lingkungan.

“Sudah masuk rembuk swadaya masyarakat di masing-masing RT. Dari situ nanti disusun prioritas pembangunan sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing,” kata Maulana, Rabu (29/7/2026).

Hasil rembuk tersebut akan menjadi dasar penyusunan proposal hingga pencairan anggaran. Maulana optimistis tahap kedua bisa berjalan lebih cepat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Menurutnya, pelaksanaan tahap kedua tidak terkendala jeda Ramadan dan Idulfitri seperti pada tahap pertama. Karena itu, pekerjaan fisik ditargetkan sudah dimulai pada September.

“Saya meyakini Kampung Bahagia Tahap II ini bisa lebih cepat karena tidak ketemu Ramadan dan Idulfitri. Bulan September sudah mulai dikerjakan fisiknya,” ujarnya.

Pada tahap pertama, Kampung Bahagia telah dilaksanakan di 795 RT. Program tersebut mencakup berbagai kebutuhan lingkungan, mulai dari infrastruktur, keamanan, persampahan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Untuk tahap kedua, salah satu perhatian Pemkot Jambi adalah mengubah sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Maulana menargetkan OPBM nantinya dapat berjalan di seluruh RT. Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak lagi bergantung pada TPS yang berada di pinggir jalan.

“Dan sistem sampah dengan OPBM bisa berjalan di seluruh RT di Kota Jambi. TPS di tepi jalan maupun TPS liar akan kita tutup semuanya,” tegasnya.

Namun, penutupan TPS tidak dilakukan sekaligus. Pemkot Jambi akan menyesuaikannya dengan kesiapan sistem pengumpulan sampah berbasis masyarakat di masing-masing wilayah.

“Untuk sekarang masih ada TPS yang belum ditutup karena kita menunggu program OPBM berjalan. Kalau nanti sudah seluruhnya berjalan, semua TPS itu akan kita tutup,” jelas Maulana.

Dia menegaskan Kampung Bahagia tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan dan memperkuat gotong royong.

“Kampung Bahagia bukan sekadar program pembangunan fisik. Ini adalah gerakan sosial untuk membangun kepedulian, memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan,” katanya.

Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti mengatakan tahap kedua awalnya direncanakan mencakup 788 RT. Namun, satu RT di Kelurahan Suka Karya memilih tidak mengikuti program.

Dengan demikian, total penerima manfaat Kampung Bahagia Tahap II menjadi 787 RT. Rinciannya terdiri dari 179 RT kategori kecil, 319 RT kategori sedang dan 289 RT kategori besar.

Program Kampung Bahagia 2026 terbagi dalam dua periode. Periode pertama berlangsung Februari-Juni, sedangkan periode kedua berjalan Juli-November 2026.

Pembagian periode tersebut dilakukan untuk memudahkan pendampingan, pengawasan, monitoring dan administrasi program.

Pemkot Jambi berharap Kampung Bahagia Tahap II tidak hanya mempercepat pembangunan lingkungan, tetapi juga memperkuat partisipasi warga, meningkatkan kualitas lingkungan dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat RT. (red/*)

Pos terkait