![]()
Tanjabtim- Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tanjung Jabung Timur resmi mulai beroperasi. Gubernur Jambi Al Haris meminta para siswa memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sungguh-sungguh karena seluruh fasilitas pendidikan disediakan secara gratis melalui Program Sekolah Rakyat pemerintah pusat.
“Anak-anak harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, tekun belajar, dan jangan lupa berterima kasih kepada pemerintah pusat. Semua fasilitas sekolah ini dipenuhi secara gratis,” kata Al Haris saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 1 Tanjung Jabung Timur, Jumat (31/7/2026).
Al Haris mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, program tersebut menjadi upaya pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab tantangan pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan jumlah siswa yang diterima tahun ini meningkat signifikan. Jika pada tahun sebelumnya hanya terdapat satu kelas berisi 50 siswa, kini total peserta didik mencapai 320 orang dengan penerimaan baru sebanyak 270 siswa.
Menurut Al Haris, sekolah tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang belajar, asrama, hingga sarana pendukung lainnya. Karena menggunakan sistem berasrama, ia meminta orang tua memberi kesempatan kepada anak untuk beradaptasi dan mengikuti aturan sekolah.
“Orang tua harus ikhlas. Jangan terlalu sering datang karena bisa mengganggu proses adaptasi anak di asrama. Kunjungan dilakukan sesuai jadwal sekolah,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII Hasan Basri Agus mengatakan seluruh kebutuhan dasar siswa Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, seragam, buku, alat tulis hingga tas sekolah.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama dengan seluruh biaya ditanggung negara (red)







