Al Haris Bicara Blak-blakan soal Sulitnya PI Migas untuk Daerah, Terutama Jambi

Loading

JAMBI– Gubernur Jambi Al Haris menegaskan daerah penghasil minyak dan gas bumi hingga kini masih kesulitan mendapatkan hak Participating Interest (PI) 10 persen dalam pengelolaan migas. Padahal, daerah selama ini ikut menanggung dampak besar dari aktivitas industri migas.

“Selama ini daerah yang penghasil migas sangat menanggung beban karena selama ini tidak pernah memperoleh haknya, termasuk Participating Interest,” kata Al Haris, Rabu (13/5/2026).

Dia menyebut daerah penghasil tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki. Bahkan, dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan pada Kamis (7/5) lalu, Al Haris juga blak-blakan menyampaikan kondisi daerah penghasil

Migas yang tak kunjung terima dana bagi hasil.

Sebagai Gubernur, ia menilai daerah seharusnya memperoleh ruang yang lebih besar untuk menikmati manfaat ekonomi dari sektor migas, termasuk melalui hak PI.

“Kita berharap ada terobosan dan kebijakan yang lebih memudahkan daerah dalam memperoleh haknya, termasuk Participating Interest,” ujar Al Haris.

Ia mengatakan perjuangan memperoleh PI bukan perkara mudah. Banyak daerah masih menghadapi hambatan regulasi, keterbatasan kewenangan hingga lemahnya posisi tawar daerah dalam pengelolaan sektor migas.

Padahal, lanjutnya, daerah penghasil selama ini ikut menanggung berbagai dampak aktivitas migas, mulai dari kerusakan jalan, tekanan lingkungan hingga beban sosial di wilayah operasi industri.

Karena itu, Al Haris mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada daerah penghasil agar manfaat sektor migas tidak hanya terpusat, tetapi juga benar-benar dirasakan daerah.

Menurutnya, penguatan hak daerah melalui PI penting untuk menopang penerimaan daerah sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah penghasil migas.

Al Haris juga mengajak seluruh daerah penghasil migas memperkuat solidaritas dan menyatukan langkah dalam memperjuangkan kepentingan daerah, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan pendapatan daerah.

“Kita mengajak agar daerah penghasil mesti juga berupa, sekaligus Jambi yang juga saat ini terus berupaya dan berjuang agar dapat penghasil tidak terus berada pada posisi yang lemah dalam struktur pengelolaan energi nasional,” tegas Al Haris. (Wan)

Pos terkait