Walkot Jambi Targetkan 250 Kantong Darah, Dorong Kampung Donor di Tiap RT

Loading

JAMBI– Pemkot Jambi bersama PMI Kota Jambi menargetkan terkumpul 250 kantong darah dalam kegiatan donor darah memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Wali Kota Jambi Maulana bahkan ingin gerakan donor darah diperluas hingga tingkat RT.

Kegiatan donor darah digelar di Kota Jambi, Senin (29/6/2026). Maulana mengatakan kebutuhan darah untuk pasien terus berjalan sehingga ketersediaannya harus dijaga secara berkelanjutan.

“Pada kegiatan hari ini kami menargetkan dapat mengumpulkan 250 kantong darah yang nantinya akan dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” kata Maulana.

Menurutnya, donor darah tidak seharusnya hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu. Kesadaran menjadi pendonor sukarela perlu dibangun agar stok darah tersedia ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Karena itu, Pemkot Jambi tengah mendorong gagasan pembentukan Kampung Donor Darah di tingkat RT. Konsep tersebut diharapkan menjadi gerakan sosial yang melibatkan warga secara rutin.

“Ke depan kami berharap dapat terbentuk Kampung Donor Darah di setiap RT sehingga kebutuhan stok darah dapat terus terjaga,” ujarnya.

Maulana mengatakan keberadaan stok darah sangat penting, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi tertentu. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Dia mengapresiasi para relawan PMI yang selama ini aktif membantu pelayanan donor darah. Namun, meningkatnya kebutuhan membuat jumlah pendonor sukarela juga perlu ditambah.

“Selama ini para relawan bekerja tanpa lelah membantu memenuhi kebutuhan darah. Kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk rutin mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.

Maulana juga menyampaikan terima kasih kepada PMI Kota Jambi, relawan dan berbagai pihak yang selama ini ikut menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat.

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk gotong royong yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh orang lain, termasuk mereka yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pemenuhan kebutuhan darah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah atau PMI. Ini membutuhkan semangat gotong royong seluruh masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Lebih jauh, gerakan donor darah diharapkan menjadi kebiasaan sosial di tengah masyarakat Kota Jambi.

“Kalau semangat kebersamaan ini terus tumbuh, kita optimistis kebutuhan darah di Kota Jambi dapat terus terpenuhi dan pasien yang membutuhkan bisa segera mendapatkan pelayanan,” pungkas Maulana. (red)

Pos terkait