![]()
JAMBI– Wali Kota Jambi Maulana meminta masyarakat terbuka saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kualitas data yang dikumpulkan akan menentukan ketepatan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Pesan itu disampaikan Maulana saat memimpin Apel Pencanangan Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor BPS Kota Jambi, Jumat (19/6/2026). Sekitar 400 petugas sensus disiapkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kota Jambi.
Pendataan tersebut menyasar 11 kecamatan dan 68 kelurahan. Pelaksanaan lapangan dilakukan dengan metode door to door dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Dalam apel tersebut, Maulana bersama Kepala BPS Kota Jambi Kuswan Gunanto dan unsur Forkopimda turut menandatangani piagam pencanangan sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Maulana mengatakan pemerintah membutuhkan gambaran kondisi ekonomi masyarakat secara aktual. Data tersebut nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan program dan kebijakan pembangunan.
“Data yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah untuk menyusun berbagai program pembangunan, khususnya di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Maulana.
Dia meminta masyarakat tidak ragu menerima petugas sensus dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, data yang tidak sesuai fakta justru dapat membuat kebijakan pemerintah tidak tepat sasaran.
“Sensus ini bukan sekadar pendataan. Kita ingin mengetahui potensi dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi secara nyata agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Maulana menyebut koordinasi dengan perangkat di tingkat bawah juga telah dilakukan. Para ketua RT di Kota Jambi telah mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan sensus sehingga diharapkan dapat membantu petugas ketika melakukan pendataan.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan petugas yang datang merupakan petugas resmi sensus.
Berbeda dengan pendataan konvensional, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah memanfaatkan sistem digital. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan mempercepat proses pencatatan sekaligus membantu petugas melakukan verifikasi dan validasi data.
“Sekarang sensus sudah berbasis digital sehingga data yang masuk lebih mudah diverifikasi dan lebih akurat,” jelasnya.
Sementara itu, ratusan petugas sensus akan berhadapan langsung dengan masyarakat selama pelaksanaan pendataan. Mereka harus menyelesaikan pendataan rumah tangga yang jumlahnya mencapai sekitar 250 ribu.
Maulana meminta para petugas menjaga profesionalitas dan ketelitian selama berada di lapangan. Dia menyadari proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga dan kesabaran.
“Ini bukan pekerjaan ringan. Karena itu saya berharap seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kualitas data yang dikumpulkan,” pungkasnya.
Pemkot Jambi berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang valid sehingga bisa menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kota Jambi ke depan. (red)







