Pemkot Jambi Matangkan Kampung Bahagia 2026, Sinergi Diperkuat hingga ke RT

Loading

Jambi– Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mematangkan program Kampung Bahagia 2026. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat sinergi lintas sektor hingga ke tingkat rukun tetangga (RT). Pemkot menilai, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga peran aktif masyarakat di tingkat RT.

”Kami mengumpulkan seluruh elemen, mulai dari Ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Kapolsek dan Danramil untuk memastikan seluruh tahapan Kampung Bahagia berjalan sesuai rencana,” kata Wali Kota Jambi, Maulana, Sabtu (11/4/2026).

Kata Maulana, program kampung ini tidak bisa berjalan sendiri sehingga sangat membutuhkan sinergi kuat sampai ke level paling bawah, termasuk RT sebagai ujung tombak di masyarakat.

Program Kampung Bahagia 2026 sendiri difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan nilai sosial di tengah warga. Berbagai indikator disiapkan untuk memastikan program berjalan terukur dan tepat sasaran.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin (09/03) hingga Selasa (10/03/2026) ini, dipusatkan di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Agenda strategis ini melibatkan jajaran Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, hingga seluruh Ketua RT se-Kota Jambi.

Pemkot juga mendorong setiap RT untuk lebih aktif dalam mengidentifikasi potensi dan persoalan di wilayah masing-masing. Dengan begitu, intervensi yang dilakukan bisa lebih efektif. Maulana menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian krusial dari upaya konsolidasi, evaluasi, dan pemantapan program di seluruh wilayah Kota Jambi.

Ia memaparkan target ambisius Pemkot Jambi, yakni mendorong 1.583 RT untuk mampu melaksanakan pembangunan berbasis komunitas kampung bahagia. Beberapa fokus utama meliputi penanganan sampah berbasis masyarakat melalui skema OPBM (Output Pembangunan Berbasis Masyarakat) dengan siklus tertutup, serta peningkatan aspek keamanan.

​”Pengadaan CCTV untuk setiap RT juga terus kita jalankan. Tujuannya jelas, agar tahun ini aspek kebersihan dan keamanan di lingkungan masyarakat meningkat signifikan,” sebut dia.

​Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 798 RT telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia yang bertugas sebagai pelaksana kegiatan di lapangan. “Pokja ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat agar program berjalan terarah dan berkelanjutan,” ucap Maulana.

Terkait administrasi dan tata kelola, 798 RT saat ini tengah dalam proses pembukaan rekening khusus RT untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas keuangan. Dalam hal pemetaan swadaya, tercatat 551 RT telah menyelesaikan pendataan potensi dan kebutuhan wilayahnya, sementara 247 RT lainnya masih dalam proses perampungan.

​Langkah selanjutnya, setiap RT akan menyusun dokumen Perencanaan Jangka Menengah (PJM) yang mencakup rencana kerja lima tahunan dan tahunan. Dokumen ini akan menjadi kompas bagi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan secara sistematis.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas di lapangan, dalam rangkaian acara tersebut Pemkot Jambi juga menyerahkan honorarium dan bingkisan tali asih kepada Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Danramil, Kapolsek, serta Ketua LPM.

​Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Pemkot Jambi optimis Program Kampung Bahagia akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menuju Jambi yang lebih bahagia (fe)

Pos terkait