![]()
JAMBI– Perjalanan panjang H. A Bakri mengabdi untuk Jambi kini telah usai. Sosok yang memulai langkah sebagai pengusaha, lalu dipercaya masyarakat menjadi wakil rakyat selama empat periode berturut-turut di DPR RI itu mengembuskan napas terakhir pada Selasa (28/7/2026) pukul 20.30 WIB di RS Siloam Lippo Village, Karawaci, Tangerang.
Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu wafat setelah menjalani perawatan intensif akibat pecah pembuluh darah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Jambi yang selama hampir dua dekade mengenalnya sebagai salah satu putra daerah yang konsisten membawa aspirasi provinsi itu ke Senayan.
Selama hampir dua bulan terakhir, kondisi kesehatan A Bakri terus menurun. Ia sempat memberikan harapan setelah kondisinya membaik dan mulai pulih dari masa kritis. Namun takdir berkata lain. Kondisinya kembali memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Kondisinya sempat pulih setelah sebelumnya tidak sadarkan diri akibat sakit yang dilaporkan karena pecah pembuluh darah,” kata Wakil Ketua Bidang Strategi dan Komunikasi Politik DPW PAN Jambi, Hasan Mabruri, di hubungi, Selasa (28/7/2026).
Kepergian A Bakri menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang anak bangsa yang memilih jalan pengabdian melalui dunia politik setelah lebih dahulu meniti karier sebagai pengusaha.
Lahir dan besar di Jambi, A Bakri dikenal sebagai pengusaha sebelum akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik bersama Partai Amanat Nasional. Pilihan itu mengubah arah hidupnya. Pada Pemilu 2009, masyarakat Jambi memberikan kepercayaan pertama kepadanya untuk menjadi anggota DPR RI.
Kepercayaan itu tak pernah putus. Pada Pemilu 2014, 2019, hingga 2024, masyarakat kembali mengantarkannya ke Senayan. Empat kali berturut-turut terpilih menjadi anggota DPR RI menjadikan A Bakri sebagai salah satu politisi paling berpengalaman yang dimiliki Jambi di tingkat nasional.
Di internal partai, perjalanan politiknya juga terus menanjak. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua DPW PAN Provinsi Jambi periode 2020-2025 sebelum kemudian mendapat amanah sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
Di Senayan, A Bakri dikenal aktif menyuarakan berbagai kebutuhan pembangunan di Jambi. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pertanian, hingga berbagai persoalan masyarakat yang dibawanya dalam forum-forum nasional. Bagi banyak warga, ia bukan sekadar anggota DPR RI, melainkan tempat menitipkan harapan agar pembangunan di Jambi terus mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Kedekatannya dengan masyarakat membuat namanya menjadi salah satu tokoh politik yang cukup dikenal di Provinsi Jambi,” ujar Hasan.
Bagi keluarga besar PAN, kepergian A Bakri merupakan kehilangan besar. Sosoknya dinilai sebagai kader yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada masyarakat dan membesarkan partai.
“Beliau merupakan tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat Jambi. Kami kehilangan sosok pejuang yang selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional,” kata Hasan.
Kini, ruang-ruang sidang yang selama ini menjadi tempat A Bakri memperjuangkan aspirasi masyarakat Jambi akan kehilangan salah satu suaranya. Senyum dan sapanya yang akrab dengan masyarakat tinggal menjadi kenangan bagi mereka yang pernah mengenalnya.
Jenazah almarhum dijadwalkan diterbangkan ke Jambi pada Rabu (29/7/2026). Setibanya di Jambi, jenazah akan disalatkan di Islamic Center sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga Daeng Magguna, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Sebelum menutup pernyataannya, Hasan mengajak seluruh masyarakat Jambi mengiringi kepergian A Bakri dengan doa.
“Atas nama keluarga besar PAN, kami memohon maaf apabila semasa hidup almarhum memiliki kesalahan dan kekhilafan. Kami mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutup Hasan.
Empat periode di Senayan telah menjadi bukti pengabdian A Bakri kepada daerah yang dicintainya. Kini, perjuangan itu telah selesai. Yang tersisa adalah jejak pengabdian, karya, dan kenangan tentang seorang pengusaha yang memilih mengabdikan hidupnya untuk masyarakat Jambi hingga akhir hayatnya.
Selamat jalan, Puang Haji Bakri. Kebaikanmu akan selalu dikenang, dan namamu akan tetap hidup dalam hati masyarakat Jambi serta kami dari segenap redaksi media Pseko.id yang pernah mengenalmu dan mengenang akan kebaikanmu. (fe)







