Maulana Lantik Pengurus GEMAKOJA, Mahasiswa Diminta Jadi Motor Pembangunan Jambi

Loading

Jambi- Wali Kota Jambi Maulana mendorong mahasiswa mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, tidak hanya melalui gerakan sosial, tetapi juga dengan menghadirkan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Maulana saat melantik Badan Pengurus Harian (BPH) Gerakan Mahasiswa Kota Jambi (GEMAKOJA) periode 2026–2027 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Minggu (10/5/2026). Pelantikan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Jambi.

“Kelompok muda intelektual, gerakan yang dimotori oleh anak muda, pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu agen motor penggerak pembangunan Kota Jambi. Kita semua adalah aktornya, baik pemerintah maupun mahasiswa,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual sekaligus penggerak perubahan. Karena itu, organisasi mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan internal kampus, tetapi mampu membaca persoalan daerah dan menawarkan langkah penyelesaian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Wanda Ramadani resmi memimpin GEMAKOJA untuk periode 2026–2027, menggantikan pengurus sebelumnya, Azmi Wafa Satria. Rangkaian acara meliputi pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta penyerahan bendera organisasi kepada kepengurusan baru.

Maulana juga menyampaikan harapannya agar GEMAKOJA berkembang menjadi organisasi yang progresif, adaptif, dan mampu menjawab perubahan zaman. Tantangan generasi muda saat ini, menurutnya, semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan persaingan di dunia kerja.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian mahasiswa, mulai dari digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, persoalan lingkungan dan iklim, keterbatasan lapangan kerja, ketimpangan ekonomi, hingga akses terhadap investasi dan permodalan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Maulana menekankan pentingnya penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta komunikasi agar mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.

“Berpikir kritis adalah kemampuan mencari solusi terhadap masalah. Kreatif berarti mampu berpikir out of the box. Kolaborasi adalah kemampuan bekerja sama dengan orang lain, dan komunikasi merupakan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan sesama,” jelasnya.

Maulana mengatakan, perkembangan menuju era Society 5.0 menuntut generasi muda tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami kebutuhan manusia dan lingkungan sosialnya. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus diiringi kemampuan menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, memandang GEMAKOJA sebagai mitra strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas partisipasi anak muda dalam pembangunan. Organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas kampus, penggerak kegiatan sosial, penghubung komunikasi mahasiswa dengan pemerintah, serta pelaksana program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua GEMAKOJA periode 2026–2027, Wanda Ramadani, menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan semangat perjuangan.

Ia mengajak seluruh mahasiswa memperkuat solidaritas dan memperluas kontribusi, sehingga keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Jambi.

“Mahasiswa bukan hanya turun ke jalan. Kami mahasiswa siap dan mampu berkontribusi dalam berbagai hal demi kemajuan dan kesuksesan daerah. Keberhasilan organisasi hari ini terjadi karena kita semua bergerak secara solid,” kata Wanda.

Dalam kepengurusan tersebut, Maulana dipercaya sebagai Dewan Pelindung Mahasiswa Kota Jambi, sedangkan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menjadi Dewan Penasihat GEMAKOJA.

Pemkot Jambi berharap kepengurusan baru dapat memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah, sekaligus mendorong lahirnya program kepemudaan yang inovatif, responsif terhadap persoalan daerah, dan mampu mendukung terwujudnya Kota Jambi yang maju, inklusif, serta berdaya saing.

Pos terkait