Masuk Puncak Kemarau, 45 Desa di Muaro Jambi Rawan Kekeringan

Loading

MuaroJambi– Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi telah memetakan sebanyak 45 desa di sembilan kecamatan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar pemerintah dapat bergerak cepat ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan identifikasi sejak dini, distribusi bantuan diharapkan dapat dilakukan lebih efektif tanpa harus menunggu kondisi semakin parah.

Adapun sembilan kecamatan yang masuk dalam kawasan rawan kekeringan itu yakni Mestong, Bahar Selatan, Bahar Utara, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Kumpeh, Taman Rajo, Maro Sebo, dan Jambi Luar Kota (Jaluko).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan pemetaan tersebut bukan berarti seluruh desa sudah mengalami kekeringan. Menurutnya, daftar itu disusun berdasarkan potensi kerawanan yang kerap muncul setiap musim kemarau.

“Ini merupakan langkah antisipasi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat apabila terjadi kekeringan,” kata Anari menjelaskan kepada wartawan, dikutip dari HaloJambi, Rabu (29/7/2026)

BPBD telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan krisis air bersih, termasuk menyiapkan armada mobil tangki yang sewaktu-waktu dapat diterjunkan ke lokasi terdampak.

Namun, pendistribusian air bersih akan dilakukan setelah adanya permohonan resmi dari pemerintah desa yang kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh petugas BPBD. Verifikasi itu dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan serta menentukan jumlah bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan armada untuk distribusi air bersih. Penyaluran dilakukan setelah ada laporan dari desa dan hasil pengecekan petugas di lapangan,” ujarnya.

Selain mempersiapkan penanganan darurat, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga diminta memanfaatkan cadangan air secara bijak serta menghindari pemborosan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

BPBD juga meminta pemerintah desa dan masyarakat segera melaporkan apabila mulai muncul tanda-tanda kekeringan atau kesulitan memperoleh air bersih. Laporan yang disampaikan lebih awal dinilai penting agar bantuan dapat segera disalurkan sebelum kondisi berkembang menjadi krisis.

Memasuki fase puncak kemarau, ancaman kekeringan diperkirakan akan meningkat di sejumlah wilayah Muaro Jambi. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan serta kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

“Musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung. Karena itu kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menggunakan air secara bijak, serta segera melapor jika mulai terjadi kekeringan. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” ujar Anari. (red)

Pos terkait