Kampung Bahagia Lengkapi Fasilitas Warga Jambi, dari CCTV hingga Drainase

Loading

JAMBI– Program Kampung Bahagia Pemkot Jambi mulai dirasakan langsung warga. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya belum tersedia di lingkungan RT kini bisa dibangun melalui program tersebut.

Hal itu terlihat di RT 17 Kelurahan Simpang III Sipin dan RT 08 Kelurahan Beliung. Serah terima hasil program Kampung Bahagia tahap pertama dilakukan di kedua wilayah tersebut pada Sabtu (4/7/2026).

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyerahkan hasil program kepada masing-masing ketua RT. Pembangunan yang dilakukan mencakup infrastruktur, keamanan, kebersihan, sosial hingga kegiatan keagamaan.

Ketua RT 08 Kelurahan Beliung sekaligus Ketua Pokja Kampung Bahagia, Muhammad, mengatakan anggaran program digunakan berdasarkan hasil musyawarah warga.

Salah satunya pembangunan tiga portal jalan untuk meningkatkan keamanan lingkungan serta pembangunan drainase tertutup.

Selain itu, warga memanfaatkan anggaran untuk pengadaan CCTV, 100 kursi, tenda dan perbaikannya, meja prasmanan, mesin potong rumput, kipas blower, sound system hingga seragam Pokja.

“Alhamdulillah banyak fasilitas di RT 08 yang selama ini tidak terpenuhi, dengan adanya program Kampung Bahagia ini sudah terlengkapi,” kata Muhammad.

RT 08 mendapat alokasi Rp100 juta. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp85,6 juta telah direalisasikan untuk berbagai kebutuhan program sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Muhammad berharap program tersebut terus berlanjut sehingga pembangunan di tingkat RT dapat dilakukan secara berkesinambungan.

“Mudah-mudahan di periode selanjutnya bisa berlanjut dan alokasi dana terus tersedia sehingga masyarakat dapat bahagia,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Jambi Diza mengapresiasi pengurus RT dan masyarakat yang ikut mengawal penggunaan anggaran. Menurutnya, keterbukaan dalam pengelolaan dana penting agar program benar-benar memberikan manfaat.

“Saya berterima kasih karena ketua RT bisa memaparkan pemanfaatan program ini, terutama penggunaan anggaran yang sangat krusial dan harus dipertanggungjawabkan,” kata Diza.

Dia menilai Kampung Bahagia juga menjadi wadah untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Salah satunya melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat atau OPBM.

“Mudah-mudahan setiap informasi yang disampaikan pemerintah kepada camat, lurah hingga ketua RT dapat didistribusikan dengan baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Beliung Bambang Sutedjo mengatakan pengelolaan sampah di wilayahnya telah berjalan meski pada periode pertama Kampung Bahagia belum mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bentor OPBM.

Menurutnya, Kelurahan Beliung sebelumnya telah membangun sistem bank sampah dan menggandeng pihak swasta untuk pengangkutan.

“Saat ini Kelurahan Beliung telah memiliki OPBM, tujuh dari BKBK dan enam dari pihak swasta atau mandiri,” kata Bambang.

Pada tahap pertama 2026, Program Kampung Bahagia dilaksanakan di ratusan RT di Kota Jambi. Pemkot Jambi mendorong program tersebut tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat partisipasi warga, keamanan, kebersihan dan gotong royong di lingkungan masing-masing.

Pos terkait