Ekonomi Jambi Tumbuh 5,13 Persen, Maulana Beri Karpet Merah untuk Investor

Loading

Jambi- Pemerintah Kota Jambi membuka peluang lebih luas bagi investor untuk menanamkan modal di sektor perdagangan dan jasa. Langkah ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen tersebut dalam Temu Bisnis dan Penganugerahan Investment Award Kota Jambi 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan itu, Pemkot memberikan penghargaan kepada perusahaan dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi terhadap investasi serta pembangunan ekonomi daerah.

“Kota Jambi adalah kota perdagangan dan jasa, maka kami memberi karpet merah untuk para investor yang akan berinvestasi. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar ditopang kemitraan yang kuat, investasi berkualitas, dan pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” kata Maulana.

Menurut Maulana, iklim investasi yang sehat membutuhkan kepastian berusaha dan pelayanan pemerintah yang mudah diakses. Karena itu, Pemkot terus mendorong percepatan perizinan berbasis digital, penguatan kepastian hukum, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan kawasan perdagangan dan jasa.

Pemerintah juga berupaya memperkuat keterlibatan UMKM dalam rantai ekonomi agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi turut membuka peluang bagi usaha lokal.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan diberikan melalui tiga kategori, yakni kepatuhan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tertinggi, serta perusahaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja lokal.

Maulana menyebut, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi daerah tumbuh 5,13 persen, meningkat dibandingkan 4,88 persen pada 2024. Pendapatan per kapita juga naik dari sekitar Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan tercatat 7,69 persen, tingkat pengangguran terbuka sekitar 7,08 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 82,32. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 juga melampaui target, yakni sekitar Rp615 miliar atau 101,45 persen dari sasaran yang ditetapkan.

Maulana menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi dunia usaha yang terus mempercayai Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa di Provinsi Jambi. Ia berharap penghargaan ini menjadi dorongan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan investasi sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

Kegiatan itu turut dihadiri Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Deflinur Rizky Novhamzah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi Saiful Roswandi, Deputi Kepala OJK Jambi Septarini Geminastitie, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, organisasi pengusaha, serta jajaran perangkat daerah.

Maulana menegaskan, investasi yang masuk ke Kota Jambi harus memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekonomi lokal, tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.

“Kami mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan. Dengan investasi yang terus meningkat, tentu akan membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kemitraan dengan usaha mikro dan kecil. Ini penting karena Kota Jambi merupakan kota perdagangan dan jasa,” tutup Maulana.

Pos terkait