Bank Jambi Diminta Tak Sekadar Salurkan Kredit, UMKM Harus Dibikin Tumbuh

Loading

JAMBI– Bank Jambi didorong tak berhenti pada penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Peran bank daerah itu dinilai perlu diperluas hingga membantu UMKM mengelola pembiayaan dan mengembangkan usahanya agar benar-benar naik kelas.

“UMKM jangan hanya diberi kredit. Mereka harus didampingi supaya modal yang diberikan benar-benar membuat usaha tumbuh,” kata pengamat perbankan Laila Farhat, Rabu (9/9/2026)

Laila mengatakan akses modal memang menjadi salah satu kebutuhan utama pelaku UMKM. Namun, persoalan yang dihadapi pelaku usaha tidak selalu selesai setelah mendapatkan pembiayaan.

Sebagian UMKM masih terkendala pencatatan keuangan, legalitas, pengelolaan modal, pemasaran hingga pemanfaatan teknologi. Persoalan tersebut membuat sebagian pelaku usaha sulit berkembang meski sudah memiliki akses pembiayaan.

“Kalau administrasi dan pengelolaan usahanya belum siap, tambahan modal belum tentu membuat bisnis berkembang,” ujarnya.

Karena itu, menurut Laila, Bank Jambi dapat mengambil peran lebih jauh dengan menggabungkan pembiayaan dan pendampingan. Edukasi keuangan dan penguatan kapasitas usaha dinilai penting agar kredit yang diberikan benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif.

“Pembiayaan harus menghasilkan pertumbuhan. Produksi naik, omzet bertambah dan usaha semakin mandiri,” katanya.

Laila menilai posisi Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah menjadi keuntungan tersendiri. Bank Jambi dinilai lebih memahami karakter pelaku usaha dan potensi ekonomi di daerah dibanding lembaga keuangan yang tidak memiliki kedekatan langsung dengan wilayah tersebut.

Kondisi itu dapat dimanfaatkan untuk membuat skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektor UMKM.

“Bank daerah punya kedekatan dengan pelaku usaha lokal. Itu harus menjadi kekuatan untuk memperluas pembiayaan UMKM,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta tidak hanya mendorong penyaluran modal. Pemda perlu membantu UMKM dari sisi legalitas, pelatihan, pemasaran dan membuka akses pasar.

Dengan begitu, peran pemerintah dan perbankan dapat saling melengkapi. Pemda membangun ekosistem usaha, sementara Bank Jambi memperkuat akses pembiayaan dan literasi keuangan.

“Kalau pemerintah dan bank berjalan sendiri-sendiri, dampaknya tidak akan maksimal. Harus dibuat satu ekosistem,” tuturnya.

Laila mengatakan ukuran keberhasilan program UMKM juga tidak cukup hanya berdasarkan jumlah kredit yang tersalurkan. Perubahan kondisi usaha setelah menerima pembiayaan jauh lebih penting.

“Yang harus dilihat adalah apakah omzet naik, produksi meningkat, pasar bertambah dan tenaga kerja terserap,” tegasnya.

Menurutnya, UMKM yang berkembang akan memberikan dampak langsung terhadap ekonomi daerah. Pertumbuhan usaha akan mendorong kebutuhan bahan baku, membuka lapangan kerja dan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

Karena itu, Laila berharap Bank Jambi memperkuat perannya sebagai mitra pertumbuhan UMKM, bukan hanya sebagai pemberi pembiayaan.

“Kalau UMKM tumbuh, ekonomi daerah ikut bergerak. Jadi kredit harus menjadi alat untuk membuat usaha naik kelas,” pungkasnya.**

Pos terkait