![]()
JAMBI- Pemerintah Provinsi Jambi terus bernegosiasi untuk mendapatkan porsi terbaik Participating Interest (PI) dari pengelolaan blok migas PetroChina Jabung. Gubernur Jambi Al Haris menyebut Pemprov Jambi mengincar porsi hingga 8 persen.
Desakan agar Jambi mendapat porsi minimal 8 persen sebelumnya disampaikan DPRD Jambi dalam rapat paripurna pada Senin (27/7/2026).
Al Haris mengatakan Pemprov Jambi sejalan dengan aspirasi DPRD untuk mendapatkan porsi besar. Namun, proses negosiasi dengan PetroChina tidak bisa dilakukan secara sepihak karena berkaitan dengan aturan dan sistem perusahaan.
“Mereka ingin persentasenya tinggi, tapi kita tidak bisa memaksakan diri. Karena kita masuk dalam sistem perusahaan asing (PetroChina), sulit untuk bernegosiasi dengan mereka karena aturannya di sana. Mungkin 7 atau 8 persen insyaallah bisa, kita juga berusaha. Tapi tergantung negosiasi akhir,” kata Al Haris.
Selain menentukan besaran PI, Pemprov Jambi masih menunggu kepastian mekanisme pencairan dana. Hal itu berkaitan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri yang akan menjadi dasar pembayaran.
Al Haris mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian apakah pembayaran PI berlaku sejak kontrak dibuat atau sejak SK Menteri diterbitkan.
“Kita tergantung SK Menteri. Apakah berlaku sejak kontrak dibuat atau sejak SK ditandatangani. Kita berusaha sejak periode kedua perpanjangan lah,” ujarnya.
Untuk mengawal proses tersebut, Al Haris bersama Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah akan bertemu langsung dengan manajemen PetroChina dan kementerian terkait.
Pertemuan itu dilakukan untuk membahas besaran PI sekaligus memastikan kepentingan Jambi dalam pengelolaan blok migas tersebut dapat terealisasi.
Pemprov Jambi berharap negosiasi tersebut menghasilkan porsi PI yang optimal sehingga pendapatan dari sektor migas dapat memberikan manfaat lebih besar bagi daerah. (Redaksi)







