![]()
Jambi– Aksi bersih-bersih sampah yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi mendadak viral di media sosial. Bukan karena banyaknya sampah yang berhasil diangkut, melainkan karena kontras pemandangan yang terpotret di lapangan.
Foto-foto yang beredar di Medsos pun memantik reaksi publik. Dimana, ketika Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani terlihat sibuk memungut sampah, sementara sejumlah kepala dinas justru tampak hanya asyik bercengkrama.
Warganet menyoroti perbedaan sikap antara pimpinan daerah yang turun langsung bekerja dengan sebagian pejabat yang dinilai hanya hadir secara simbolis. Dari beberapa foto yang beredar, banyak terlihat ketika para kadis hanya terlihat sibuk bicara dan gaya-gayaan saja.
Diketahui, aksi pungut sampah yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi ini dalam rangka menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan itu dipusatkan di kawasan wisata Danau Sipin, pada Sabtu (14/02) pagi lalu.
Dalam amanatnya, Wagub Sani menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, 2 Februari 2026 lalu. Arahan tersebut menekankan pentingnya pembenahan lingkungan secara menyeluruh, mulai dari penanganan sampah, penataan ruang publik, hingga penguatan kembali budaya gotong royong sebagai identitas bangsa.

Di tengah isu serius soal kebersihan dan pengelolaan sampah, masyarakat berharap kegiatan seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata yang melibatkan semua pihak. Akan tetapi, dari foto yang beredar hingga viral di medsos, kerja kadis yang hanya modal gaya-gayaan dan tak begitu tampak kerja jadi sorotan.
Fenomena ini kembali memunculkan kritik lama, kegiatan gotong royong pemerintah sering dianggap sekadar agenda formal untuk dokumentasi saja. Publik menilai, jika pejabat hanya hadir tanpa aksi nyata, pesan edukasi kepada masyarakat soal pentingnya menjaga kebersihan pun bahkan bisa kehilangan makna.
Viralnya momen kontras ini menjadi pengingat keras bahwa publik kini semakin kritis. Kamera ponsel mungkin bisa saja menangkap apa saja ekspektasi terhadap pejabat publik diluar sana.
Terlepas bahas soal kadis Pemprov Jambi itu, perlu diketahui pula, Gerakan Indonesia ASRI ini merupakan bentuk sinergi nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, aman, dan nyaman di seluruh Indonesia. Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, gerakan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas ruang publik dan daya tarik sektor pariwisata secara berkelanjutan.
“Gerakan Indonesia ASRI adalah amanat Bapak Presiden untuk memperindah dan menata kembali kota-kota kita. Pembersihan sampah, penertiban lingkungan, serta penguatan semangat kebersamaan menjadi kunci dalam membangun daerah yang sehat, nyaman, dan berdaya saing,” kata Wagub Sani dalam keteranganya.
Sani menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan harus menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang dahulu menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia perlu terus dihidupkan kembali di tengah tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup.
“Gotong royong ini jangan berhenti hari ini saja. Jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari, baik di rumah, kantor, sekolah maupun lingkungan sekitar. Jika seluruh masyarakat peduli terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan, maka lingkungan yang aman, sehat, dan indah akan terwujud secara berkelanjutan,” ujar Sani
Pemilihan Danau Sipin sebagai lokasi bersih-bersih dan pungut sampah memiliki makna strategis. Danau Sipin merupakan salah satu ikon wisata Kota Jambi yang menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus destinasi unggulan daerah.
Oleh karena itu, penataan dan kebersihan kawasan ini menjadi prioritas dalam mendukung citra positif Provinsi Jambi. (*)







