![]()
Kota Jambi- Wali Kota Jambi, Maulana tengah mengusulkan agar kehadiran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar lebih banyak di Kota Jambi. Dia ingin, PAUD bisa berada lebih hingga sampai disetiap kecamatan.
Pernyataan Maulana itu disampaikan saat mengunjungi Kemendikdasmen di Jakarta pada Senin (27/4). Bersama Kepala daerah lainnya Se-Provinsi Jambi dan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Walkot Maulana menyampaikan usulannya itu di dalam pertemuan.
“Alhamdulilah, bersama Bunda PAUD Kota Jambi saat ini tentu adanya perubahan yang mana tambahan PAUD yang dulunya hanya 2 di Kota Jambi, kini menjadi 5 dimasa kami memimpin bersama Bunda PAUD. Ini tentu bentuk dari komitmen kami untuk memenuhi wajib belajar 13 tahun, sehingga keinginan kami kedepan dan mengusulkan pula, supaya PAUD bisa lebih banyak di Kota Jambi sampai ke tingkat kecamatan,” kata Maulana.
Dalam pertemuan bersama Ditjen PAUD Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Maulana juga menyambut baik bahwa pertemuan dan kunjungan yang diinisiasi oleh Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi yakni Juwita Iranita Lumban Gaol sangatlah positif. Bagi dia, pertemuan ini dapat membantu Pemkot Jambi untuk bisa diterima usulannya soal jumlah PAUD buat kebaikan bagi dunia pendidikan di daerahnya.
“Jadi jika banyaknya Sekolah PAUD Negeri di setiap kecamatan, tentu itu bentuk pemerataan jenjang PAUD yang mana itu juga bisa dinikmati oleh warga Kota secara gratis,” ujar Maulana.
Sejauh ini, kata Maulana dimasa kepemimpinannya itu telah menghadirkan Program Sapa Bahagia. Program itu menjadi salah satu tujuan agar anak di Kota Jambi mendapatkan akses pendidikan yang layak selama 13 tahun.
“Kita harap nanti dengan program ini, anak-anak yang masuk usia dini bisa ditampung disekolah Negeri yang mana terutama pula bagi sekolah PAUD Negeri yang kita usulkan diperbanyak agar warga kurang mampu juga dapat menikmati,”sebutnya.
Selain soal PAUD negeri, Malana juga tengah mengusulkan pula revitalisasi sekolah-sekolah, khususnya yang ada di wilayah Kota Jambi. Menurutnya langkah revitalisasi itu, sebagai upaya agar setiap warga di daerahnya dapat merasakan sekolah yang layak dan mumpuni.
“Saat ini, terhitung baru ada 40 sekolah yang masuk tahap Verval, dan 95 lagi masuk sebagai usulan. Ini semua sudah kita masukan by sistem dan harapan kita semua dapat terealisasi,” pungkasnya (Fe)







