Langkah Nyata Pemimpin Daerah, Bupati Fadhil Arief Antar Lansia Raih Wisuda

Loading

Jambi– Di banyak tempat, usia sering dianggap sebagai garis akhir. Rambut memutih, langkah melambat, dan mimpi perlahan disimpan rapi di sudut ingatan. Namun di Batang Hari, usia justru menjadi awal cerita, kisah tentang keberanian untuk terus belajar dan negara yang hadir memeluk harapan.

Hari itu, para lansia mengenakan toga. Bukan sekadar pakaian wisuda, melainkan jubah kehormatan atas ketekunan yang sering luput dari sorotan. Di antara senyum haru dan mata yang berkaca-kaca, berdiri seorang pemimpin daerah yang memilih berjalan bersama mereka.

Ini bukan sekadar memberi sambutan. Fadhil Arief mengantarkan para lansia hingga ke panggung wisuda, sebuah tindakan sederhana, namun sarat makna.

Wisuda ini bukan tentang ijazah semata. Ia adalah pengakuan. Pengakuan bahwa belajar tidak mengenal usia, bahwa negara tidak boleh hanya melayani yang kuat dan muda, dan bahwa martabat manusia tumbuh ketika kesempatan diberikan secara adil.

Para lansia itu mungkin tak lagi mengejar karier, tetapi mereka mengejar sesuatu yang jauh lebih berharga, rasa percaya diri, harga diri, dan kebahagiaan menjadi pembelajar sepanjang hayat nya.

Langkah Bupati Fadhil Arief ini terasa seperti puisi kebijakan publik, tidak riuh, tidak sensasional, tetapi membekas. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu hadir lewat pidato panjang, melainkan lewat keberanian memilih berpihak. Berpihak pada mereka yang kerap dianggap selesai, padahal sesungguhnya masih ingin melangkah.

Para lansia itu telah memberi kita pelajaran berharga, bahwa belajar adalah bentuk harapan, dan harapan adalah tanda kehidupan. Sementara sang pemimpin memberi teladan lain yang tak kalah penting, bahwa kekuasaan yang paling bermakna adalah yang mampu membuat rakyatnya merasa dihargai.

Di Batang Hari, wisuda para lansia menjadi pesan yang beresonansi jauh melampaui aula acara. Pesan bahwa tak ada kata terlambat untuk bermimpi, dan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang membuka jalan hingga ke garis akhir dengan senyum dan empati.

Karena pada akhirnya, pembangunan yang paling indah adalah ketika manusia, di usia berapa pun, diberi ruang untuk tumbuh.

Acara itu menjadi momen istimewa bagi para lansia, keluarganya, serta seluruh elemen masyarakat yang mewujudkan lansia smart, sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief mengatakan ada sebanyak 152 peserta mengikuti wisuda akbar sekolah lansia tangguh di Kabupaten Batang Hari pada 2025 ini. Dia menyebut wisuda lansia merupakan program dalam pemberdayaan para lansia di Batang Hari.

“Ini bagian dari implementasi atau pelaksanaan oleh manusia terhadap perintah tuhan, yang mana Raih lah ilmu dari sejak lahir hingga ke Liang Lahat. Hari ini bukti nyata itu ada dihadapan kita, yang menjadi momentum para orang tua kita yang telah di wisudakan dan bentuk mereka tidak mau berhenti belajar,” kata Fadhil Arief, Kamis (18/11/2025)

Fadhil menegaskan wisuda akbar ini dilakukan pada Selasa (16/11) lalu. Dia mengaku Wisuda itu menjadi bukti nyata bahwa lansia masih memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada masyarakat.

“Ini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Fadhil

“Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih menghargai dan memberdayakan lansia, sehingga mereka dapat terus berdaya dan berkarya,” lanjutnya

Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas semangat para lansia yang berhasil menyelesaikan program pendidikan berbasis komunitas tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Batang Hari akan terus berkomitmen untuk mendukung program yang memberdayakan lansia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya guna. Lansia bukan beban, tetapi aset berharga dengan pengalaman dan kearifan luar biasa,” terang Fadhil

Fadhil Arief menegaskan, program ini tidak hanya menekankan pada aspek kesehatan fisik dan mental, tetapi juga membangun spiritualitas, solidaritas sosial, serta produktivitas ekonomi di usia lanjut.

Dengan mengantarkan lansia hingga meraih wisuda, Fadhil Arief tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menanamkan pesan kuat, tak ada kata terlambat untuk belajar, dan pemimpin daerah memiliki peran penting membuka jalan bagi harapan itu.

Oleh : Ferdi

Pos terkait