![]()
JAMBI- Gubernur Jambi Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan mengakselerasi penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap target swasembada pangan nasional.
Menurutnya, daerah memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi pangan agar Indonesia mampu mengurangi bahkan menghentikan ketergantungan terhadap impor.
Komitmen tersebut disampaikan Al Haris usai mengikuti Panen Raya TNI di Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Al Haris mengatakan, program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto harus diwujudkan melalui peningkatan produksi di setiap daerah. Karena itu, pemerintah daerah dituntut tidak hanya menjaga luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas komoditas strategis seperti padi, kedelai, dan tanaman pangan lainnya.
“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendukung program prioritas nasional Asta Cita di bidang ketahanan pangan. Pemerintah menargetkan tidak lagi mengimpor beras pada 2027, sehingga seluruh daerah harus bekerja keras meningkatkan produksi pangan,” kata Al Haris, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Al Haris, keberhasilan mencapai swasembada pangan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat. Seluruh daerah harus mampu memperkuat sektor pertanian agar kebutuhan pangan nasional dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri.
“Kita mendukung penuh arah kebijakan Bapak Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan. Kalau produksi pangan kita meningkat, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan daerah-daerah yang selama ini rawan pangan bisa diminimalkan,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan produksi pangan juga menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat cadangan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Insya Allah, kalau komoditas pertanian kita terus meningkat, Indonesia akan semakin kuat dan tidak lagi bergantung pada impor. Yang harus kita lakukan sekarang adalah memperkuat basis produksi pangan di daerah,” ungkapnya.
Al Haris menegaskan pembangunan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh pertanian, hingga para petani menjadi faktor penting agar target produksi nasional dapat tercapai.
“Panen bersama ini menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan harus dikerjakan bersama. Dengan pendampingan yang baik kepada petani dan dukungan semua pihak, saya optimistis produksi pangan Jambi akan terus meningkat dan mampu mendukung target nasional,” katanya.
Ia berharap kolaborasi yang selama ini terbangun terus diperkuat sehingga ketahanan pangan tidak hanya mampu menjaga pasokan kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah, TNI, petani, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, produksi pangan akan meningkat, pasokan tetap terjaga, petani semakin sejahtera, dan pada akhirnya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutup Al Haris. (Fe)







