![]()
JAMBI -Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings Indonesia menaikkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) menjadi A+(idn) dari sebelumnya A(idn) dengan Outlook Stabil. Kenaikan peringkat ini mencerminkan fundamental Bank Jambi yang dinilai semakin kuat di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Peningkatan rating tersebut diumumkan melalui laporan resmi Fitch Ratings pada 16 Juli 2026. Dalam laporannya, Fitch menyebutkan peringkat nasional kategori A menunjukkan risiko gagal bayar yang rendah dibandingkan emiten maupun instrumen utang lainnya di Indonesia. Kenaikan menjadi A+(idn) menegaskan semakin kuatnya profil kredit Bank Jambi, Minggu (19/7/2026)
Fitch menilai penguatan tersebut ditopang oleh profil kredit mandiri (standalone credit profile) Bank Jambi. Strategi bisnis yang berfokus pada pembiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pelaku usaha lokal dinilai mampu menjaga kualitas kredit sekaligus menghasilkan profitabilitas yang stabil.
Sekitar 85 persen portofolio kredit Bank Jambi masih didominasi kredit konsumsi berbasis gaji ASN. Skema pemotongan angsuran langsung dari rekening gaji yang didukung perlindungan asuransi kredit dinilai mampu menjaga risiko pembiayaan tetap terkendali.
Dari sisi kualitas aset, Bank Jambi juga mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan rata-rata Bank Pembangunan Daerah (BPD). Hingga akhir Maret 2026, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bank Jambi berada di level 2,5 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata BPD nasional yang mencapai 3,2 persen.
Penguatan juga terlihat pada struktur pendanaan. Fitch menilai langkah Bank Jambi dalam meningkatkan penghimpunan dana ritel sekaligus mengoptimalkan dana operasional pemerintah daerah dan BUMN menjadi modal penting untuk menjaga likuiditas di tengah potensi pengetatan anggaran pemerintah.
Sementara itu, dari sisi permodalan, Bank Jambi mencatat rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 43,6 persen per Maret 2026. Angka tersebut jauh di atas rata-rata BPD yang berada di level 24,7 persen maupun rata-rata industri perbankan nasional sebesar 23,9 persen.
Meski sempat menghadapi tekanan terhadap profitabilitas akibat insiden siber, Fitch menilai dampaknya hanya bersifat sementara. Lembaga pemeringkat tersebut memproyeksikan kinerja Bank Jambi akan kembali pulih mulai 2027 dengan tingkat profitabilitas yang tetap kuat.
Fitch juga memperkirakan prospek industri perbankan Indonesia masih positif seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026 dan 5 persen pada 2027.
Ke depan, peluang kenaikan peringkat masih terbuka apabila Bank Jambi mampu memperluas pangsa pasar, melakukan diversifikasi bisnis, serta mempertahankan kualitas aset dan profitabilitas. Sebaliknya, tekanan terhadap kualitas kredit yang menyebabkan rasio kredit bermasalah meningkat secara signifikan dapat memengaruhi peringkat di masa mendatang.
Dengan raihan A+(idn) Outlook Stabil, Bank Jambi semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah dengan fundamental keuangan yang solid, permodalan yang kuat, serta prospek bisnis yang dinilai positif oleh Fitch Ratings Indonesia. (red)







