Atma Jaya Dilantik Jadi Kadis DP3AP2 Meski Peringkat 2 Lelang Jabatan, Al Haris: Bukan Suara

Loading

JAMBI– Gubernur Jambi Al Haris menegaskan penunjukan Atma Jaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi bukan semata-mata didasarkan pada peringkat hasil seleksi terbuka jabatan. Menurutnya, hasil lelang jabatan hanya menjadi salah satu pertimbangan, sementara keputusan akhir tetap memperhatikan rekam jejak, kepemimpinan hingga kesiapan psikologis calon pejabat.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris untuk menjawab polemik yang muncul setelah Atma Jaya, yang berada di urutan kedua hasil seleksi terbuka, justru dipilih dan dilantik sebagai Kepala DP3AP2 Provinsi Jambi.

Al Haris menegaskan, dalam mekanisme seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama, kepala daerah memang diberikan tiga nama terbaik oleh panitia seleksi. Dari tiga nama tersebut, gubernur memiliki kewenangan menentukan siapa yang dinilai paling tepat untuk menduduki jabatan sesuai kebutuhan organisasi.

“Bukan persoalan nomor satu, nomor dua atau nomor tiga. Yang diserahkan kepada gubernur itu tiga nama terbaik. Dari tiga nama itu tentu ada penilaian lain yang juga menjadi pertimbangan saya sebelum memutuskan,” kata Al Haris kepada awak media, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, selain kompetensi yang telah diuji dalam seleksi terbuka, dirinya juga menilai aspek pengalaman, integritas, karakter kepemimpinan hingga kesiapan mental seorang pejabat. Menurutnya, seorang kepala dinas harus memiliki kemampuan mengendalikan organisasi sekaligus mampu menerjemahkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Jambi.

Dalam kasus Atma Jaya, Al Haris mengaku memiliki pertimbangan tersendiri. Salah satunya karena Atma Jaya merupakan alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang telah ditempa melalui pendidikan dengan disiplin tinggi, termasuk pembinaan bercorak semi-militer.

Menurut Al Haris, proses pendidikan tersebut membentuk karakter, ketahanan mental, kedisiplinan, serta kematangan emosional yang menjadi bekal penting saat memimpin organisasi perangkat daerah.

“Beliau alumni STPDN. Saya melihat proses pendidikannya membentuk mental, disiplin dan emosinya. Menjadi kepala dinas itu bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan psikologis untuk memimpin organisasi dan menjalankan amanah pemerintahan,” ujarnya.

Al Haris juga mengungkapkan Atma Jaya memiliki rekam jejak yang dinilai baik selama menjadi aparatur sipil negara. Menurutnya, pengalaman dan prestasi yang dimiliki menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan pejabat yang akan mengisi jabatan strategis.

“Beliau juga saya pikir punya prestasi. Pernah menjadi badan pengurus alumni. Ketika saya diberikan amanah memilih dari tiga nama, saya memiliki pertimbangan sendiri. Kita juga menghormati perjalanan dan prestasi mereka sebagai alumni. Banyak juniornya yang lebih dulu menjadi pejabat eselon II, sehingga ini juga menjadi bagian dari penilaian saya,” ujar Al Haris.

Ia menegaskan, keputusan tersebut tidak dimaksudkan mengabaikan peserta lain yang juga memiliki kemampuan. Seluruh nama yang diusulkan panitia seleksi merupakan kandidat terbaik yang telah memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama.

Karena itu, Al Haris berharap polemik terkait nomor urut hasil seleksi tidak lagi menjadi perdebatan. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah pejabat yang telah dilantik mampu menunjukkan kinerja, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pada akhirnya masyarakat akan menilai dari hasil kerja, bukan dari nomor urut saat seleksi. Saya berharap semua pihak menghormati proses yang telah berjalan dan bersama-sama mendukung pejabat yang telah diberikan amanah agar bisa bekerja maksimal untuk kemajuan Provinsi Jambi,” tutup Al Haris. (red)

Pos terkait