![]()
JAMBI- Pemerintah Provinsi Jambi memastikan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR) akan dimulai di gedung baru pada akhir Juli 2026. Seluruh fasilitas pendidikan kini hampir siap digunakan setelah pembangunan fisik rampung.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jambi Edi Kusmiran mengatakan para siswa dijadwalkan mulai menempati gedung baru pada 30 Juli 2026 bersamaan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Pada 30 Juli nanti siswa sudah masuk dan menggunakan gedung yang baru,” kata Edi, Selasa (14/7/2026).
Saat ini, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah selesai. Pekerjaan yang tersisa hanya tahap akhir berupa pembersihan dan perapian area bangunan sebelum diserahkan untuk digunakan.
Meski kesiapan infrastruktur hampir rampung, Dinas Sosial masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan peserta didik, khususnya untuk jenjang sekolah dasar.
Dari target 90 peserta didik baru untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, jumlah pendaftar tingkat SD masih belum memenuhi kuota. Di Kota Jambi tercatat baru sekitar 40 calon siswa yang mendaftar, sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 30 orang.
Edi menilai masih rendahnya minat masyarakat mendaftarkan anak ke Sekolah Rakyat tingkat SD dipengaruhi kekhawatiran orang tua terhadap sistem pendidikan berasrama bagi anak usia dini.
“Untuk anak SD, sebagian orang tua masih merasa belum siap melepas anaknya tinggal di asrama karena faktor usia dan psikologis,” ujarnya.
Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kota Jambi juga akan menerima peserta didik dari komunitas adat terpencil. Sebanyak 11 anak dari kelompok Orang Rimba dan Suku Talang Mamak di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, dipastikan mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
Rinciannya, delapan anak akan menempuh pendidikan jenjang SMP dan tiga lainnya melanjutkan ke tingkat SMA. Kehadiran mereka merupakan hasil pendampingan lapangan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bersama keluarga dan tokoh masyarakat adat yang mendorong anak-anak memperoleh akses pendidikan formal.
Pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun komunitas adat terpencil di Provinsi Jambi. (red)







