![]()
Tebo- SKK Migas bersama MontD’Or Oil Tungkal Ltd (MOTL) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan peralatan membatik dan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi UMKM Batik Lipe Mengupeh Jaya serta kader TP PKK Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo.
Program yang berlangsung di Sanggar Batik Desa Mengupeh, Rabu (15/7/2026), itu merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat/Tanggung Jawab Sosial (PPM/TJS) SKK Migas-MontD’Or Oil Tungkal Ltd untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Rahmat Hidayat selaku PR & Community Development yang mewakili Stakeholder Relation Coordinator SKK Migas-MontD’Or Oil Tungkal Ltd, Dicky Irawan, mengatakan perusahaan meyakini keberhasilan kegiatan usaha tidak hanya diukur dari aspek operasional, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
“SKK Migas-MontD’Or Oil Tungkal Limited meyakini bahwa keberhasilan kegiatan usaha tidak hanya diukur dari aspek operasional, tapi juga dari kontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Melalui Program Pengembangan Masyarakat/Tanggung Jawab Sosial (PPM/TJS), kami terus berupaya mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta pengembangan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan,” kata Rahmat.
Ia menjelaskan program pengembangan Batik Lipe diarahkan untuk memperkuat kapasitas perajin, kelembagaan usaha, hingga menciptakan UMKM yang memiliki daya saing tinggi.
“Program PPM/TJS diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas pengrajin batik, penguatan kelembagaan usaha, serta pengembangan UMKM lokal guna mewujudkan usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, SKK Migas-MontD’Or Oil Tungkal Ltd menyerahkan berbagai peralatan produksi membatik, seperti meja cap, kompor, cetakan batik, kain mori, malam, canting, hingga perlengkapan pewarnaan. Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas Batik Lipe Mengupeh.
Selain bantuan alat, perusahaan juga menghadirkan pelatihan teknis yang diikuti 10 kader TP PKK Desa Mengupeh. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik batik cap, batik tulis, pembuatan motif, hingga proses pewarnaan agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.
Camat Tengah Ilir Ansori mengapresiasi dukungan SKK Migas-MontD’Or Oil Tungkal Ltd terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar untuk melahirkan produk unggulan khas Kecamatan Tengah Ilir.
“Saya berharap kegiatan ini betul-betul menyentuh masyarakat dan berkembang, sehingga UMKM nanti bisa memproduksi batik yang dapat menjadi produk unggulan di Kecamatan Tengah Ilir,” ujar Ansori.
Ansori mengatakan pemerintah kecamatan juga akan mempromosikan Batik Lipe pada parade batik tingkat Provinsi Jambi dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tebo.
“Insyaallah kami akan memakai produk UMKM Desa Mengupeh, yaitu Batik Lipe yang akan kami promosikan. Akan kami pakai waktu parade batik di Provinsi Jambi nanti,” katanya.
Kepala Desa Mengupeh Al Jufri mengatakan Batik Lipe merupakan warisan budaya yang telah lama dimiliki masyarakat. Namun keterbatasan anggaran membuat pengembangannya belum maksimal hingga akhirnya pemerintah desa menggandeng SKK Migas-MontD’Or Oil Tungkal Ltd.
“Karena efisiensi, kami coba menyurati pihak MontD’Or. Alhamdulillah ada tanggapan sehingga bimbingan teknis ini bisa terlaksana. Harapan kami kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut agar Batik Lipe bisa berkembang dan bersaing dengan batik daerah lain,” kata Al Jufri.
Sementara itu, instruktur bimtek Upkha Arkya Satria Pradana atau Danang mengatakan pelatihan kali ini difokuskan pada pengembangan motif Batik Lipe dengan mengombinasikan teknik batik cap dan batik tulis agar menghasilkan produk yang lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Yang diajarkan sekarang ada proses batik cap dan batik tulis. Tekniknya kami kombinasikan dengan motif khas Kecamatan Tengah Ilir sehingga menjadi pola baru yang lebih menarik dan mudah diproduksi,” ujar Danang.
Ia optimistis Batik Lipe memiliki prospek besar karena mengangkat identitas lokal dan didukung inovasi teknik produksi yang lebih efisien.
“Prospek ke depan insyaallah tetap berjalan. Teknik yang kami ajarkan sekarang bagaimana proses produksi lebih cepat, kualitas lebih baik, sehingga peluang pasarnya juga semakin terbuka,” katanya.
Peserta pelatihan, Intan, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti bimtek tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjadikan Batik Lipe sebagai kebanggaan Desa Mengupeh.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas diadakannya kegiatan membatik ini. Kami berharap hasilnya bisa menambah pendapatan keluarga dan menyejahterakan masyarakat Desa Mengupeh,” ujar Intan. (red)







