![]()
Jambi– Gubernur Jambi Al Haris resmi menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank Jambi. Penunjukan ini setelah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar oleh para kepala daerah di Jambi hari ini.
“Ya ada pergantian Komisaris Utama (Komut) Bank Jambi yakni Dra Hj Emilia. Pergantian ini karena beliau sudah masuk dalam masa purna tugas,” kata Al Haris kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Al Haris juga menyampaikan dalam rapat itu, seluruh kepala daerah di Jambi yang hadir telah menyepakati soal adanya pergantian Komut lama ke Komut baru. Apalagi pergantian ini bagian dari habis masa waktu tugas.
Sedangkan untuk pergantian tiga komisaris lainnya disebut masih dalam perpanjangan. Kata Al Haris, ini lantaran belum ada calon pengganti dan masih dalam penyeleksian yang ketat.
“Untuk 3 komisaris lainnya masih dalam tahapan seleksi jadi masih dijalankan tahapan di pihak internal serta kemudian OJK, sesuai aturan berlaku,” ujar Al Haris.
Al Haris juga mengatakan dalam RUPS yang digelar itu, bagi tiga Komisaris yang saat ini aktif masih dilakukan perpanjangan itu juga telah disepakati oleh para pemegang saham yakni dari Kepala daerah di Jambi.
“Jadi diperpanjang waktu kerjanya, sampai nanti hasilnya sudah keluar baru diganti. Sementara proses pergantian itu harus mengikuti aturan, meski mereka yang lama sudah masuk masa pergantian,” terang Al Haris.
Sejauh ini, upaya pergantian Komisaris Bank Jambi tersebut tentu nya juga langkah bagian strategis Pemerintah Provinsi dalam memperkuat pengawasan dan meningkatkan kinerja lembaga perbankan milik daerah. Apalagi pergantian ini juga dinilai penting mengenai soal kasus serangan Siber yang dialami Bank milik daerah itu hingga menurunya kepercayaan nasabah.
Namun begitu, pergantian para Komisaris di Bank Jambi disebut bukan bagian dari persoalan serangan Siber yang terjadi, melainkan soal batas waktu yang telah habis dalam karir di Bank milik daerah tersebut.
“Ya ini soal batas waktu yang sudah selesai. Karena masa waktu habis maka kita lakukan pergantian sesuai aturan, kalau untuk Komut sudah ada pengganti langsung dipilih, sedangkan tiga komisaris lainnya masih proses,” ucap dia.
Sementara itu, penempatan Sudirman di posisi komisaris utama juga dinilai Al Haris bukan tanpa alasan. Ia menilai, pengalaman birokrasi Sudirman dan pemahaman mendalam terhadap tata kelola pemerintahan menjadi modal penting untuk mendorong Bank Jambi semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
“Jadi Bank Jambi harus terus berkembang dan mampu bersaing. Karena itu, kita butuh sosok yang tidak hanya memahami sistem, tapi juga punya integritas dan komitmen kuat dalam mengawal kinerja perusahaan,” sebut Al Haris.
Menurut Al Haris, Bank Jambi memiliki peran vital sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Oleh karena itu, kinerja perusahaan harus terus ditingkatkan, baik dari sisi layanan, inovasi produk, hingga kepercayaan publik.
Penekanan ini diperkuat dengan cara Al Haris dalam mendorong Bank milik daerah itu makin inovatif dan berdaya saing tinggi. Masukya Sekda Sudirman di jajaran komisaris tentunya juga mampu memperkuat fungsi pengawasan sekaligus memberi arah strategis bagi manajemen.
Dengan begitu, Bank Jambi dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah, terutama dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apalagi peningkatan bantuan modal bagi UMKM juga mesti diperkuat agar memajukan sektor usaha bagi masyarakat dalam menumbuhkan angka perekonomian baik kedepan.
Sementara, Direktur Utama Bank Jambi Khairul Suhairi menyebut terpilihnya nama Sekda Provinsi Jambi Sudirman bagian dari penyeleksian yang sesuai aturan. Penunjukan itu juga sesuai kesepakatan para pemegang saham dan membantu peningkatan Bank Daerah.
“Jadi kan ini sudah ditetapkan, karena Komut yang lama masa kepemimpinan habis jadi ditetapkan lah itu Komut baru yakni pak Sudirman,” ujar Suhairi.
Selain itu, Suhari memastikan dalam pemilihan Komisaris di Bank Jambi juga sesuai prosedur baik sehingga dalam penyeleksian yang ketat bagi pemilihan Komisaris lainnya.
“Ya buat yang lain itu sebenarnya habis juga masa jabatannya, tetapi kita mesti ada penyeleksian ketat sehingga tidak salah pilih, dan sesuai aturan, karena belum ada pergantian namanya maka masih diseleksi. Sedangkan Komut nya sudah ada kesepakatan dan sudah ada pergantian yang tepat yakni pak Sudirman buat periode 2026-2030,” ucap dia.
Sejauh ini, disisi lain penunjukan Sekda Sudirman juga bagian dari upaya penting dalam menjadikan Bank daerah itu makin kuat dalam kinerja di bidang perbankan. Namun begitu, penunjukan Sudirman di posisi Komisaris Utama (Komut) tentunya juga membuka ruang perdebatan serius, terutama terkait beban kerja yang kian menumpuk.
Sebagai Sekda, Sudirman memang memegang peran sentral dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah, mulai dari kebijakan, administrasi, hingga pengawasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Posisi ini sendiri sudah menuntut fokus tinggi, serta tanggung jawab besar terhadap jalannya roda pemerintahan.
Akan tetapi, dengan adanya rangkap jabatan yang berbeda fungsi kerjanya, tentunya pula akan muncul pertanyaan mendasar, apakah Sudirman mampu menjalani rangkap jabatan dengan dua peran besar yang berbeda sehingga dapatkah berjalan optimal.
Sebagai Sekda, Sudirman merupakan bagian dari struktur pemerintah daerah yang juga memiliki kepentingan terhadap Bank Jambi, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai mitra dalam berbagai program pembangunan. Dalam posisi sebagai Komisaris Utama, ia dituntut independen dalam mengawasi dan, jika perlu, mengkritisi kebijakan manajemen bank.
Sehingga dugaan konflik kepentingan nantinya bakal muncul. Selain adanya keinginan dalam penguatan sistem dan memperkuat kinerja perbankan milik daerah, malah nantinya justru menjadi polemik di mata publik. (Fe)







