![]()
JAMBI– KONI Provinsi Jambi mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 dengan memperkuat kualitas sumber daya pelatih. Sebanyak pelatih dan asisten pelatih dari 54 cabang olahraga mengikuti pelatihan yang digelar di Aula KONI Jambi pada 8-9 Juli 2026.
Pelatihan menghadirkan narasumber nasional, yakni pelatih fisik nasional bulu tangkis dan sepak takraw Dr. Iwan Hermawan serta konsultan ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dr. Greg Wilson. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang KONI Jambi menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027 hingga PON 2028.
Ketua Umum KONI Jambi AKBP Mat Sanusi mengatakan pembenahan kualitas pelatih menjadi salah satu langkah penting untuk mengakhiri tren penurunan prestasi olahraga Jambi di ajang PON dalam beberapa edisi terakhir.
“Kita harus berani mengevaluasi diri. Prestasi Jambi di PON terus mengalami penurunan. Kondisi ini harus dihentikan melalui pembinaan yang lebih terarah, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelatih,” kata Mat Sanusi.
Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembinaan. Justru peningkatan kompetensi pelatih dinilai menjadi investasi penting dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Jambi As Budianto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Babak Kualifikasi PON 2027. Dalam waktu dekat, KONI Jambi juga akan menggelar seleksi tahap ketiga bagi atlet dari enam cabang olahraga prioritas sebelum menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
“Kami ingin meloloskan lebih banyak atlet ke PON 2028 dan membawa prestasi Jambi kembali meningkat,” ujarnya.
Langkah KONI Jambi mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jambi Novriadi. Ia berharap seluruh pelatih mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sehingga pembinaan atlet di setiap cabang olahraga menjadi lebih efektif.
“Kita harap ini berjalan baik dan berdampak pada peningkatan prestasi Jambi di tingkat nasional,” tutup Sanusi. (**)







