![]()
JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi Provinsi Jambi seiring puncak musim kemarau yang diperkirakan belum berakhir dalam beberapa pekan ke depan. Mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menyiapkan langkah cepat dengan membuka opsi penambahan helikopter water bombing apabila kondisi di lapangan semakin memburuk.
Saat ini, penanganan karhutla dari udara diperkuat dengan satu pesawat operasi, satu helikopter patroli, dan tiga helikopter water bombing. Armada tersebut disiagakan untuk mendukung personel gabungan memadamkan titik api di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan kekuatan armada udara masih dinilai cukup untuk menghadapi kondisi saat ini. Namun, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi apabila intensitas kebakaran meningkat.
“Untuk mendukung penanganan dari udara, saat ini telah disiapkan satu pesawat operasi, satu helikopter patroli, dan tiga helikopter water bombing. Apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan armada, kami akan berkoordinasi dengan BNPB untuk mengajukan dukungan tambahan,” kata Andre Jumat (10/7/2026).
Andre menegaskan, kecepatan merespons setiap titik api menjadi faktor penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi karhutla berskala besar. Karena itu, patroli terpadu terus digencarkan di kawasan-kawasan yang selama ini masuk kategori rawan terbakar.
Meski demikian, menurut Andre, upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Ia kembali mengingatkan agar warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat aktivitas tersebut masih menjadi penyebab utama munculnya kebakaran setiap musim kemarau.
BPBD juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran lahan. Penanganan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus menghindari dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian.
Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, BPBD memastikan seluruh personel, sarana darat, hingga armada udara tetap berada dalam kondisi siaga. Pemerintah berharap sinergi seluruh pihak mampu menjaga Jambi dari ancaman karhutla sekaligus mencegah terulangnya bencana kabut asap yang pernah melumpuhkan berbagai aktivitas di provinsi ini. (Fa)







