![]()
JAMBI– BPBD Kabupaten Bungo memetakan empat kecamatan yang masuk zona rawan tanah longsor usai bencana maut di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal. Warga yang tinggal di daerah perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih bisa terjadi.
Empat wilayah yang dinilai rawan longsor itu yakni Kecamatan Tanah Sepenggal, Limbur Lubuk Mengkuang, Bathin III Ulu dan Rantau Pandan. Kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi disebut masih berpotensi memicu pergerakan tanah di sejumlah titik.
Kepala BPBD Bungo Zainadi mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel untuk melakukan patroli dan pemantauan di kawasan rawan longsor tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar tetap berhati-hati dan waspada,” kata Zainadi, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, BPBD bersama pemerintah daerah saat ini juga tengah membahas peningkatan status siaga darurat bencana menyusul beberapa kejadian longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Iya, personel tetap disiagakan untuk patroli dan pemantauan di titik rawan longsor,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris sempat menyampaikan bahwa akan terus memantau perkembangan penanganan longsor yang terjadi di Kabupaten Bungo tersebut. Ia berharap kondisi segera membaik dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan serta bantuan yang dibutuhkan.
“Ini harus kita utamakan persoalan bencana ini, apalagi kondisi saat ini juga masuk musim penghujan, dan kita imbau masyarakat juga terus berhati-hati,” kata Al Haris.
Al Haris juga meminta agar semua pihak terkait harus aktif melaporkan setiap potensi bencana yang terjadi. Apalagi, mengingat kondisi cuaca yang tak menentu saat ini, sehingga dapat membantu masyarakat dapat lebih waspada.
“Untuk pihak-pihak terkait saya harap terus memberikan informasi soal cuaca dan potensi bencana supaya bisa di ketahui masyarakat,” tutup Al Haris.
Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Rabu (13/5). Bencana itu menimpa satu rumah warga dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Komandan Pos SAR Bungo M Adri mengatakan terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut yang merupakan satu keluarga. Satu korban bernama Arya (11) ditemukan tewas, sementara Revita (4) mengalami kondisi kritis hingga akhirnya meninggal di Rumah Sakit.
Sedangkan satu korban lainnya, Suryani (40), berhasil selamat meski mengalami patah tulang.
“Korban atas nama Arya ditemukan meninggal dunia, sementara Revita dalam kondisi kritis dan meninggal ke rumah sakit,” kata Adri.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup. Warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta tetap waspada, terutama saat hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut. (fe)







