![]()
PEKANBARU – Wali Kota Jambi Maulana membawa sejumlah agenda lingkungan ke forum internasional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026. Pengelolaan sampah, energi terbarukan hingga pengembangan city gas menjadi isu yang dibahas dalam forum tersebut.
GCMC IMT-GT 2026 digelar di Kota Pekanbaru pada 4-7 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Green City for Sustainable Development”.
Forum tersebut mempertemukan para wali kota, kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk bertukar pengalaman serta membahas strategi pembangunan kota hijau.
Maulana mengatakan keikutsertaan Kota Jambi menjadi kesempatan untuk mencari praktik baik yang dapat diterapkan sesuai kondisi daerah.
“Alhamdulillah, saya bersama delegasi Pemerintah Kota Jambi mengikuti rangkaian GCMC IMT-GT di Pekanbaru. Banyak praktik baik yang dapat kita adopsi untuk mempercepat terwujudnya Kota Jambi sebagai kota yang ramah lingkungan,” ujar Maulana, Rabu (5/8/2026).
Salah satu hal yang menjadi perhatian Maulana ialah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dia menilai sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang diterapkan di Jambi dapat terus diperkuat.
Menurutnya, pengambilan sampah langsung dari sumber merupakan bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah dari hulu.
“Penguatan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini sudah berjalan melalui sistem pengambilan sampah langsung dari sumbernya,” katanya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.
Dalam forum GCMC, Kota Jambi juga menyampaikan perkembangan program terkait energi dan pembangunan rendah karbon.
Maulana mengatakan Pemkot Jambi tengah mendorong konsep waste to energy, yakni mengolah sampah agar tidak sekadar menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
“Di Kota Jambi kami terus mendorong pengembangan konsep waste to energy, bagaimana sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber energi dan memberikan manfaat ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular,” jelasnya.
Menurut Maulana, pengelolaan sampah dengan teknologi dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat.
“Sampah yang kita miliki bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital, sistem pengelolaan sampah dapat menjadi lebih efektif sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Maulana mengatakan sejumlah negara anggota IMT-GT telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Praktik tersebut dinilai bisa menjadi referensi bagi Kota Jambi. Namun, penerapannya tetap akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Jambi.
Selain persoalan sampah, Pemkot Jambi juga mengembangkan sejumlah program untuk mendukung kota hijau. Di antaranya penggunaan kendaraan listrik, pengembangan energi terbarukan dan perluasan jaringan city gas.
“Kita juga sedang mengembangkan jaringan city gas yang juga telah diterapkan di berbagai negara. Forum ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama dalam menghadirkan berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi,” ujar Maulana.
Dalam forum tersebut, Kota Jambi juga mendapat amanah sebagai Ketua Bidang Energi IMT-GT Green Cities Mayor Council. Peran tersebut dimanfaatkan untuk mendorong pertukaran pengalaman terkait energi terbarukan dan pembangunan rendah karbon.
Maulana berharap kolaborasi antarkota dalam forum IMT-GT dapat menghasilkan inovasi yang bisa diterapkan di masing-masing daerah.
Bagi Kota Jambi, forum tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat transformasi menuju kota yang lebih bersih, hijau, rendah karbon dan berkelanjutan. (redaksi/*)







