![]()
Jambi- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jambi menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kinerja perseroan. Dalam forum tersebut, Gubernur Jambi selaku pemegang saham pengendali menyampaikan bahwa kinerja keuangan bank daerah itu menunjukkan tren positif.
Gubernur menyebut, hingga tutup buku tahun 2025, laba bersih Bank Jambi tercatat mencapai Rp 330 miliar. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari konsolidasi manajemen, penguatan tata kelola perusahaan, serta ekspansi bisnis yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Alhamdulillah, laba Bank Jambi tahun ini mencapai Rp 330 miliar. Ini menunjukkan fundamental perusahaan tetap kuat dan kepercayaan masyarakat masih terjaga,” kata Al Haris, Rabu (25/2/2026) dalam keterangan usai RUPS.
RUPS tersebut dihadiri langsung oleh Al Haris selaku Gubernur Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi sebagai pemegang saham, serta jajaran komisaris dan direksi Bank Jambi.
Menurut Al Haris, capaian laba tersebut tidak hanya menjadi indikator kinerja keuangan, tetapi juga menjadi dasar bagi penguatan permodalan dan peningkatan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi diharapkan terus berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi, termasuk melalui penyaluran kredit produktif kepada UMKM.
Dalam RUPS itu juga dibahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pengesahan laporan keuangan, penetapan penggunaan laba, hingga pembahasan serangan siber yang terjadi pada Bank Jambi.
Pemegang saham menekankan pentingnya penerapan good corporate governance (GCG), manajemen risiko yang ketat, serta transparansi dalam setiap lini operasional.
Al Haris menegaskan, ke depan Bank Jambi harus semakin adaptif menghadapi tantangan industri perbankan, termasuk digitalisasi layanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap capaian laba Rp 330 miliar tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.
Menurutnya, capaian laba tersebut menjadi indikator positif atas kinerja manajemen dan kepercayaan masyarakat terhadap bank kebanggaan daerah itu.
Selain itu, mengenai soal adanya serangan siber, Bank Jambi secara penuh kata Al Haris akan bertanggung jawab. Uang Nasabah yang raib juga akan diganti rugi 100 persen oleh Bank Jambi termasuk pemegang saham yakni kepala daerah juga ikut bertanggung jawab.
Al Haris juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar, seraya memastikan bahwa dana nasabah dalam kondisi aman dan menjadi prioritas perlindungan.
“Intinya Bank Jambi tanggung jawab sepenuhnya dan kami pemegang saham ini juga akan tanggung jawab ya terhadap nasabah-nasabah yang ada di Bank Jambi,” pungkasnya







