![]()
Jambi- DPRD Provinsi Jambi mendorong rencana hilirisasi batubara agar tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi proyek industri yang memberikan nilai tambah bagi daerah.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan teknologi hilirisasi yang akan dilaksanakan Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (tekMIRA) di bawah Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM.
“Saya sudah baca salinan rencana paparannya, bagus, kita dukung ya,” kata Ivan, Senin (14/9/2026).
Menurut Ivan, hilirisasi menjadi peluang bagi Jambi untuk mengubah pola pengelolaan batubara. Selama ini, kegiatan pertambangan masih didominasi penambangan dan pengangkutan bahan mentah. Ke depan, komoditas tersebut diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di daerah.
Dalam rencana tersebut, tekMIRA akan memperkenalkan sejumlah teknologi, mulai dari peningkatan kualitas batubara (coal upgrading), pembuatan briket dan semi-kokas, gasifikasi batubara, hingga pemanfaatan campuran batubara dan biomassa untuk pembakaran bersama (co-firing).
Namun, Ivan mengingatkan pengenalan teknologi harus diikuti langkah konkret. Pemerintah Provinsi Jambi perlu menyiapkan tahapan kerja yang mencakup pemetaan potensi batubara, pengujian sampel, pemilihan teknologi, studi kelayakan, penentuan lokasi, hingga pembangunan proyek percontohan.
“Keluaran kegiatan jangan hanya laporan, dokumentasi, dan rekomendasi di atas kertas. Harus ada target tiga bulan, enam bulan, dan satu tahun. Kita ingin mengetahui teknologi apa yang dipilih, di mana lokasinya, siapa investornya, siapa pembelinya, serta berapa manfaatnya bagi daerah,” ujarnya.
Ivan juga mengusulkan penyusunan Roadmap Hilirisasi Batubara Provinsi Jambi 2027–2030. Peta jalan tersebut perlu melibatkan Kementerian ESDM, tekMIRA, Pemprov Jambi, DPRD, pemerintah kabupaten penghasil, BUMD, perguruan tinggi, badan usaha, hingga pelaku UMKM.
Menurut dia, keterlibatan pelaku usaha lokal harus dirancang sejak awal agar manfaat hilirisasi tidak hanya dinikmati investor besar. Pengusaha daerah dan BUMD perlu mendapat peluang melalui investasi, jasa pendukung, logistik, pemeliharaan, penyediaan bahan baku, serta pengembangan industri turunan.
Selain kesiapan industri, mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi itu menilai infrastruktur transportasi juga harus menjadi bagian dari perencanaan. Ketersediaan jalur angkutan yang memadai diperlukan untuk mendukung distribusi bahan baku maupun produk hasil pengolahan.
“Hilirisasi juga harus diintegrasikan dengan pembangunan jalan khusus pertambangan, jalur kereta barang, terminal, dan pelabuhan,” sebutnya.
Ivan berharap rencana hilirisasi batubara dapat diterjemahkan menjadi program terukur dengan tahapan pelaksanaan dan target yang jelas. Dengan begitu, pengembangan industri tidak hanya meningkatkan nilai jual batubara, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Jambi.






