Gubernur Jambi Siapkan Imbauan Pakai Masker, Jika Asap Karhutla Mulai Dirasakan

Loading

JAMBI- Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi bersiap mengeluarkan surat edaran (SE) agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika kualitas udara masih memburuk.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan keputusan tersebut akan melihat perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

“Kita akan pantau beberapa hari ini. Kalau memang masih seperti itu, akan ada SE dari kami kepada masyarakat mulai menggunakan masker,” kata Al Haris, Rabu (12/8/2026).

Data pemantauan ISPU menunjukkan kualitas udara Kota Jambi pada pukul 09.30 WIB berada di angka 105, masuk kategori tidak sehat. Sementara Muaro Jambi berada di angka 157, juga dalam kategori tidak sehat.

Kondisi di Muaro Jambi bahkan sempat tercatat lebih tinggi. Pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi pada Senin (10/8) menunjukkan ISPU PM2,5 mencapai 190, yang masih berada dalam kategori tidak sehat.

Al Haris mengatakan Pemprov Jambi juga memantau kondisi sekolah. Pemerintah mempertimbangkan kebijakan khusus untuk peserta didik, terutama anak-anak PAUD, apabila kualitas udara terus berada pada level tidak sehat.

“Kita juga memantau sekolah-sekolah, yang untuk PAUD apakah diliburkan atau seperti apa. Kita lihat dulu beberapa hari ini,” ujarnya.

Kondisi udara tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 300 hektare. Salah satu lokasi dengan kebakaran terluas berada di kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi, dengan luas sekitar 50 hektare.

Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang terdapat titik api. Pemerintah juga menyiapkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla.

Dengan kondisi udara yang mulai tidak sehat, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan. Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Pemprov Jambi akan terus memantau perkembangan ISPU sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk penerbitan surat edaran penggunaan masker dan kemungkinan pengaturan aktivitas belajar bagi anak-anak.

Jika nanti nya asap akibat karhutla mulai menebal, pemerintah meminta masyarakat tidak menunggu kondisi semakin buruk untuk mulai melindungi diri. (red/*)

Pos terkait