![]()
JAMBI – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi-Rengat terus dipercepat. Pemerintah Provinsi Jambi memastikan masyarakat yang terdampak pembangunan tidak hanya menjadi penerima dampak proyek, tetapi juga mendapat dukungan agar tetap memiliki sumber penghasilan.
Sebanyak 519 warga yang terdampak langsung pembangunan tol akan mendapat program pemberdayaan. Skema yang disiapkan meliputi pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha hingga dukungan bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.
Program tersebut disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama pemerintah daerah. Bantuan nantinya akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak pembangunan.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pembangunan tol harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jangan sampai akibat tol nanti ada warga yang merasa ditinggalkan. Semuanya kita akomodir,” kata Al Haris setelah membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan JTTS Jambi-Rengat Fase I.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
Pemprov Jambi, kata dia, akan mengawal agar warga tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan keterampilan selama proses pembangunan berlangsung.
Pembebasan Lahan Ditargetkan Tuntas Desember
Selain menyiapkan program pemberdayaan, Pemprov Jambi juga mengejar penyelesaian sejumlah persoalan yang masih menghambat pembangunan tol.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pembebasan lahan, validasi data warga terdampak, penetapan lokasi (penlok), hingga relokasi fasilitas umum.
Seluruh persoalan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.
“Waktu kita bergulir terus. Kita sudah sampaikan bahwa akhir Desember semua sudah clear and clean. Supaya nanti Januari sudah mulai mereka eksekusi lapangan,” ujar Al Haris.
Target tersebut diharapkan membuat proses pembangunan di lapangan dapat segera berjalan tanpa terkendala persoalan administratif.
Fase I Bentang Pijoan-Merlung
JTTS Jambi-Rengat Fase I mencakup jalur dari kawasan Pijoan-Cinto Kenang di Kabupaten Muaro Jambi hingga Merlung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Percepatan proyek dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Pemprov Jambi berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta pemerintah kabupaten yang wilayahnya terdampak.
Pemerintah berharap seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan sesuai target sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilanjutkan.
Di sisi lain, program pemberdayaan untuk 519 warga diharapkan menjadi bagian dari dampak positif pembangunan tol, sehingga kehadiran infrastruktur baru tidak hanya mempercepat konektivitas antardaerah, tetapi juga ikut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (red/*)







