![]()
Jambi– Anggota DPR RI, Edi Purwanto, meninjau langsung kondisi infrastruktur di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti capaian jalan mantap yang saat ini baru berada di angka 16 persen.
Edi menilai, angka tersebut masih jauh dari harapan dan membutuhkan percepatan pembangunan yang terukur serta berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pusat agar pembangunan infrastruktur bisa lebih optimal.
“Perbaikan infrastruktur di Tanjab Timur ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, maupun dukungan dari pihak swasta melalui program CSR,” kata Edi, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akses jalan yang baik akan mempermudah distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Edi juga mendorong agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang, dengan skala prioritas yang jelas. Ia menekankan bahwa daerah dengan mobilitas tinggi dan potensi ekonomi besar harus menjadi fokus utama dalam pembangunan jalan.
“Kita terus dorong agar ada intervensi anggaran dari pusat, mengingat keterbatasan daerah. Dengan sinergi yang kuat, perbaikan bisa dilakukan secara bertahap, saya coba dorong terus karena infrastruktur ini kebutuhan dasar masyarakat kita,” ujarnya.
Dikatakan Edi, capaian jalan mantap di Tanjabtim masih 16 persen. Ini harus menjadi perhatian bersama. Perlu langkah konkret dan sinergi semua pihak untuk mempercepat peningkatannya
Komisi V DPR RI itu juga mendorong agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang, dengan skala prioritas yang jelas. Ia menekankan bahwa daerah dengan mobilitas tinggi dan potensi ekonomi besar harus menjadi fokus utama dalam pembangunan jalan.
Lebij lanjut disampaikan legislator PDI Perjuangan ini bahwa dirinya dalam beberapa kesempatan sudah menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan infrastruktur tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), termasuk mendorong adanya dukungan anggaran dari APBN untuk percepatan perbaikan jalan.
Edi Purwanto juga menerangkan bahwa dengan adanya perhatian dan kerja sama lintas sektor, pembangunan infrastruktur di Tanjung Jabung Timur dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan konektivitas wilayah.
“Kondisi jalan yang sempat dibahas Buk Bupati kepada saya itu sekitar 16 kilo, dan saya lihat kondisinya ini tanah gambut tentu treatmennya beda dengan tanah yang umum,”ungkapnya.
“Maka kolaborasi kita bersama, seluruh pihak pemerintah dan swasta melalui CSR, keterbatasan anggaran ini bisa bertahap kita selesaikan persoalan-persoalan infrastruktur di Kabupaten Tanjab Timur ini,”pungkasnya. (fer)







