![]()
JAMBI- Bank Jambi terus melakukan pemulihan layanan setelah sebelumnya mengalami gangguan pada sistem perbankan. Direktur Operasional Bank Jambi Zulfikar memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem.
Zulfikar menjelaskan layanan perbankan di kantor cabang, termasuk teller dan customer service, telah kembali berjalan normal. Pembukaan layanan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani.
“Untuk layanan di kantor, baik teller maupun CS, saat ini sudah berjalan normal seperti biasa,” kata Zulfikar.
Menurutnya, pemulihan layanan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Bank perlu memastikan sistem yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan dan memenuhi aspek keamanan sebelum seluruh layanan digital kembali dibuka.
Hal tersebut terutama berkaitan dengan layanan yang terhubung langsung dengan transaksi nasabah.
Zulfikar sebelumnya menjelaskan layanan Mobile Banking dan ATM belum langsung diaktifkan karena Bank Jambi masih menunggu hasil investigasi dari tim audit forensik terkait insiden siber yang terjadi.
“Layanan Mobile Banking dan ATM belum beroperasi karena kami masih menunggu hasil investigasi dari tim audit forensik terkait insiden siber kemarin,” ujarnya.
Menurut Zulfikar, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemulihan tidak sekadar membuat layanan kembali tersedia, tetapi juga memastikan sistem benar-benar aman digunakan nasabah.
Bagi bank, keamanan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati. Bank Jambi tidak ingin membuka layanan secara penuh sebelum seluruh aspek yang berkaitan dengan keamanan sistem dipastikan.
Di sisi lain, Bank Jambi tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pelayanan secara langsung melalui kantor cabang maupun skema pelayanan lainnya untuk membantu nasabah memenuhi kebutuhan transaksi.
Zulfikar mengatakan Bank Jambi tetap berusaha menjaga pelayanan agar aktivitas masyarakat tidak terhenti akibat keterbatasan sebagian layanan.
“Kami tetap hadir melayani nasabah dengan jadwal terbatas agar kebutuhan transaksi selama Idulfitri tetap terpenuhi,” ujarnya dalam konteks layanan terbatas saat periode Idulfitri.
Upaya pelayanan tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Jambi dalam menjaga hubungan dengan nasabah.
Menurut Zulfikar, kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan tetap berjalan meskipun bank sedang melakukan pembenahan sistem.
Karena itu, pelayanan kepada nasabah tetap menjadi perhatian selama proses pemulihan.
Bank Jambi juga melakukan langkah jemput bola untuk membantu nasabah yang membutuhkan layanan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mendatangi instansi yang telah didata berdasarkan kebutuhan transaksi.
Langkah itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan nasabah di kantor cabang sekaligus memastikan kebutuhan transaksi tetap dapat dilayani.
Zulfikar menjelaskan layanan jemput bola dilakukan berdasarkan pendataan kebutuhan di masing-masing instansi.
Di tengah proses tersebut, Bank Jambi juga harus memastikan pembenahan sistem berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
Sebab, perkembangan teknologi perbankan tidak hanya membutuhkan perangkat yang canggih, tetapi juga tenaga profesional yang mampu mengelola risiko dan menjaga sistem.
Hal itu menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman terhadap sistem digital perbankan.
Zulfikar sendiri tercatat telah menyandang gelar Certified Risk Management (CRM) bersama Direktur Kredit dan Syariah Bank Jambi Yufnizarman pada Februari 2026. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan penguatan kompetensi di bidang manajemen risiko.
Bagi Bank Jambi, pemulihan layanan menjadi bagian dari proses yang lebih besar, yakni membangun sistem perbankan yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Karena itu, proses tersebut tidak hanya berorientasi pada seberapa cepat layanan kembali dibuka, tetapi juga seberapa aman layanan tersebut ketika kembali digunakan masyarakat.
Zulfikar memastikan pelayanan kepada nasabah tetap menjadi perhatian selama proses pemulihan.
“Untuk layanan di kantor, baik teller maupun CS, saat ini sudah berjalan normal seperti biasa,” ujarnya.
Dengan pemulihan yang dilakukan secara bertahap, Bank Jambi berupaya mengembalikan seluruh layanan sekaligus memastikan kepercayaan nasabah tetap terjaga.
Sebab dalam industri perbankan, kecepatan memang penting. Namun keamanan jauh lebih penting.
Dan bagi Bank Jambi, proses kembali melayani masyarakat harus dibarengi dengan keyakinan bahwa sistem yang digunakan telah siap, aman dan mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan nasabah. (red/*)






