Sudirman: Bank Jambi Harus Tumbuh Sehat dan Tetap Dekat dengan Ekonomi Masyarakat

Loading

JAMBI- Bank Jambi memasuki fase penting untuk memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah. Di tengah perubahan industri keuangan yang semakin cepat, bank milik daerah tersebut dituntut mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperbesar manfaatnya bagi masyarakat.

Komisaris Utama Bank Jambi Sudirman mengatakan penguatan Bank Jambi harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan fondasi perusahaan tetap sehat dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Sudirman, posisi Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah memberikan tanggung jawab yang berbeda. Bank tidak hanya dituntut menghasilkan kinerja yang baik, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Karena itu, strategi bisnis Bank Jambi harus tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat Jambi.

Sektor usaha produktif menjadi salah satu ruang yang perlu terus diperkuat. UMKM, perdagangan, pertanian, perkebunan dan berbagai sektor ekonomi daerah membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.

Bank Jambi memiliki peluang untuk memperbesar perannya di sektor tersebut karena memiliki jaringan dan kedekatan dengan masyarakat daerah.

Namun, ekspansi bisnis harus tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pertumbuhan yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko yang baik.

Sudirman menilai tata kelola perusahaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Bank Jambi harus memastikan setiap proses bisnis berjalan profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital juga menjadi perhatian. Perubahan perilaku nasabah membuat layanan perbankan semakin dituntut praktis dan cepat.

Digitalisasi dapat menjadi pintu bagi Bank Jambi untuk memperluas jangkauan layanan, terutama kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Namun, kemudahan tersebut harus diikuti sistem keamanan yang kuat.

Keamanan transaksi dan perlindungan data nasabah harus menjadi prioritas. Sebab, kepercayaan merupakan modal utama dalam industri perbankan.

Selain teknologi, kualitas sumber daya manusia juga harus terus ditingkatkan. Bank membutuhkan pegawai yang mampu mengikuti perubahan dan memahami kebutuhan nasabah yang semakin beragam.

Dengan sumber daya manusia yang kuat, teknologi yang berkembang dan tata kelola yang baik, Bank Jambi akan memiliki fondasi lebih kokoh untuk memperluas bisnis.

Di sisi lain, hubungan antara Bank Jambi dan pemerintah daerah juga perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut penting agar keberadaan bank pembangunan daerah dapat semakin memberikan kontribusi terhadap agenda pembangunan.

Namun, sinergi tetap harus dibangun dalam kerangka profesionalisme dan tata kelola perusahaan yang sehat.

Bank Jambi harus mampu berdiri sebagai perusahaan yang kompetitif sekaligus membawa misi pembangunan daerah.

Tantangan ke depan memang tidak ringan. Persaingan dengan bank nasional, bank swasta dan layanan keuangan berbasis teknologi semakin terbuka.

Nasabah memiliki banyak pilihan.

Karena itu, Bank Jambi harus memiliki keunggulan yang sulit ditiru, yakni pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat dan karakter ekonomi daerah.

Kedekatan tersebut harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik, produk yang sesuai kebutuhan dan pembiayaan yang mampu membantu usaha masyarakat berkembang.

Jika hal itu dapat dilakukan secara konsisten, Bank Jambi bukan hanya akan tumbuh dari sisi bisnis.

Keberadaannya juga akan semakin terasa dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Bank Jambi diharapkan mampu menjadi lembaga keuangan yang sehat, modern dan kompetitif tanpa kehilangan identitasnya sebagai bank pembangunan daerah.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan Bank Jambi tidak hanya diukur dari seberapa besar bank itu tumbuh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat pertumbuhan tersebut kembali kepada masyarakat dan perekonomian Jambi.

Bank daerah harus kuat secara bisnis, tetapi tetap berpijak pada kepentingan daerah.

Itulah tantangan sekaligus peluang Bank Jambi ke depan. (red/*)

Pos terkait