![]()
Jambi- Pertamina EP Jambi membantu memadamkan kebakaran lahan di lima titik di wilayah Jambi dalam sepekan terakhir. Mengantisipasi kebakaran meluas di tengah musim kemarau, perusahaan juga menyiagakan tiga unit mobil pemadam kebakaran atau fire truck di sejumlah wilayah operasionalnya.
Lima titik kebakaran yang ditangani berada di Purnama, Kota Jambi; Jalan Lintas Sumatera KM 34 dan kawasan SMA 5 Bajubang, Kabupaten Batanghari; serta KM 29 Tempino dan Sebapo, Kecamatan Mestong.
Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan tim langsung bergerak setelah menerima laporan maupun menemukan titik api di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau dan potensi kebakaran lahan,” kata Kurniawan dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Kurniawan mengatakan respons cepat dilakukan untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat maupun fasilitas operasional Pertamina.
Pemadaman dilakukan secara bertahap dalam sepekan terakhir. Tim Pertamina EP Jambi pertama membantu penanganan kebakaran lahan di Purnama, Kota Jambi, pada Kamis (20/8).
Selanjutnya, tim bergerak ke kebakaran lahan di Jalan Lintas Sumatera KM 34 dan kawasan SMA 5 Bajubang, Kabupaten Batanghari, pada Sabtu (22/8). Dua lokasi lainnya berada di KM 29 Tempino dan Sebapo, Kecamatan Mestong, yang ditangani pada Senin (24/8).
Kebakaran yang ditangani umumnya terjadi pada lahan berupa semak dan kebun. Beberapa titik berada di sekitar fasilitas operasional Pertamina sehingga penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah api mendekati area fasilitas.
“Patroli menjadi salah satu kunci deteksi dini. Selain melalui pemantauan lapangan, kami juga menerima laporan dari masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kurniawan, kondisi kemarau membuat api berpotensi cepat membesar jika tidak segera ditangani. Karena itu, setiap laporan maupun temuan titik api langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, fungsi Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina EP Jambi menempatkan tiga unit fire truck di tiga lokasi strategis.
Ketiga armada tersebut masing-masing disiagakan di Kenali Asam, Bajubang, dan Petaling. Setiap lokasi ditempatkan satu unit fire truck yang siap dikerahkan ketika terjadi kebakaran.
Kurniawan mengatakan kondisi armada terus dipastikan siap digunakan, termasuk ketersediaan air dan bahan bakar.
“Fire truck kami siagakan dengan tangki air terisi dan bahan bakar dalam kondisi penuh. Tujuannya agar ketika ada laporan kebakaran, armada dapat segera bergerak tanpa menunggu persiapan ulang,” katanya.
Kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran lahan. Semakin cepat api ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dilokalisasi sebelum menjalar ke area yang lebih luas.
Ajak Warga Tak Bakar Lahan
Pertamina EP Jambi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Perusahaan meminta warga segera melapor apabila menemukan titik api.
Kurniawan menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perusahaan, pemerintah, aparat, hingga masyarakat memiliki peran dalam mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak dini.
“Karhutla merupakan tantangan bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tuturnya.
Menurut dia, informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan. Dengan laporan yang diterima lebih awal, tim dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah pemadaman.
“Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” sambung Kurniawan.
Pertamina EP Jambi memastikan kesiapsiagaan personel dan armada terus dilakukan selama kondisi kemarau. Patroli serta pemantauan wilayah juga diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Pertamina EP Jambi Field menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi. Wilayah operasionalnya tersebar di tiga kabupaten/kota, mencakup delapan kecamatan dan 26 desa.
“Kami akan terus mendukung upaya penanganan kebakaran dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin,” pungkas Kurniawan.







