![]()
Jambi- Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jambi mendorong pembinaan atlet yang lebih terukur untuk meningkatkan prestasi menuju PON XXII 2028. Digitalisasi organisasi dan penerapan sport science menjadi bagian dari strategi yang dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB PDBI 2026 di Jakarta, 13–15 Agustus 2026.
Ketua Pengprov PDBI Jambi, Ivan Wirata, mengatakan pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, bukan hanya menjelang kejuaraan.
“Jangan menunggu PON sudah dekat untuk mencari atlet. Potensi harus ditemukan sejak dini, kemudian dibina, dievaluasi, dan dipantau secara konsisten,” ujar Ivan.
Menurutnya, setiap kejuaraan harus menjadi sarana mengukur kemampuan atlet sekaligus menentukan arah pembinaan berikutnya. Karena itu, pendataan atlet, standardisasi pelatih dan juri, serta sistem penilaian digital perlu diperkuat.
PDBI Jambi juga mendorong penerapan sport science agar latihan disesuaikan dengan kebutuhan atlet, mulai dari kondisi fisik, teknik, mental hingga pemulihan. Pendekatan ini diharapkan membuat proses pembinaan lebih efektif dan terukur.
Ivan menyebut Jambi memiliki modal untuk berkembang. Kejuaraan Provinsi PDBI Jambi 2025 di Batang Hari, misalnya, menempatkan Tanjung Jabung Barat sebagai juara umum, disusul Tanjung Jabung Timur dan Bungo.
Capaian tersebut, kata dia, perlu ditindaklanjuti dengan sistem pembinaan yang mampu menjaga konsistensi prestasi. PDBI Jambi juga mendorong integrasi kalender kompetisi dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional agar atlet memperoleh kesempatan bertanding secara berkelanjutan.
Dalam Rakernas tersebut, PDBI Jambi turut membawa gagasan penguatan satu data nasional, pemeringkatan atlet, standardisasi kompetisi, serta dashboard pemantauan prestasi. Program ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pengurus pusat dan daerah.
Selain pembinaan, Ivan menilai dukungan pendanaan juga perlu diperluas melalui kerja sama dengan pemerintah, KONI, dunia pendidikan, BUMN/BUMD, swasta, dan sponsor agar program atlet tidak bergantung pada satu sumber pembiayaan.
“Target kita bukan sekadar menghasilkan juara dalam satu kejuaraan. Kita ingin membangun sistem yang mampu melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan dan membawa nama Jambi ke tingkat nasional hingga internasional,” tegasnya. (*)






