![]()
JAMBI– Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong percepatan pemulihan layanan digital Bank Jambi. Salah satu langkah yang kini ditempuh adalah mengajukan kembali pembukaan layanan mobile banking kepada Bank Indonesia setelah sebelumnya dihentikan menyusul dugaan serangan siber yang menimpa bank milik daerah tersebut.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan proses pengajuan masih berjalan karena Bank Jambi harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis dan keamanan sebelum layanan digital itu kembali dioperasikan.
“Kita sedang mengajukan kepada Bank Indonesia agar mobile banking bisa dibuka kembali,” kata Al Haris kepada wartawan.
Menurutnya, hasil audit forensik yang diterima pada 3 Juni 2026 menjadi salah satu dasar dalam proses pemulihan sistem. Audit tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab gangguan layanan yang sempat menghambat aktivitas transaksi nasabah.
Al Haris menjelaskan, Bank Jambi saat ini juga tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi. Penguatan keamanan digital menjadi prioritas agar layanan yang kembali dioperasikan nantinya benar-benar aman dan mampu memberikan rasa percaya kepada masyarakat.
“Masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Peralatan dan sistem yang belum memenuhi standar tentu harus diperbaiki maupun ditingkatkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemulihan layanan tidak hanya berorientasi pada mengaktifkan kembali mobile banking, tetapi juga memastikan seluruh sistem memiliki tingkat keamanan yang lebih baik guna mencegah kejadian serupa terulang.
Selain fokus pada pemulihan layanan, Al Haris meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti seluruh temuan yang diungkap dalam audit forensik. Ia menegaskan proses hukum harus berjalan transparan dan tidak pandang bulu apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran.
“Saya minta aparat penegak hukum menindaklanjuti hasil audit itu. Kalau ada pihak yang terbukti terlibat, silakan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pemprov Jambi berharap proses evaluasi dan pemenuhan seluruh persyaratan dapat segera rampung sehingga layanan mobile banking Bank Jambi kembali dapat digunakan masyarakat. Kehadiran layanan digital tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas transaksi nasabah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Bank Jambi. (red)







