Kualitas Udara Memburuk, Al Haris Liburkan Sekolah Dampak Kabut Asap

Loading

Jambi– Gubernur Jambi Al Haris memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA di Jambi menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Izin Bapak Presiden, mulai hari ini kami akan meliburkan sekolah baik tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA di Jambi, mengingat kondisi saat ini kabut asap sudah semakin pekat,” ujar Al Haris dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Jambi bersama Presiden Prabowo, Senin (24/8/2026).

Al Haris mengatakan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi saat ini berada dalam kategori tidak sehat. Kabut asap juga masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah seiring masih berlangsungnya penanganan karhutla.

Menurut dia, kebijakan meliburkan sekolah dapat diperluas apabila kondisi udara semakin memburuk. Pemerintah akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Kalau nanti kabut asap semakin pekat, maka semua pendidikan di Jambi akan kita upayakan liburkan semuanya,” kata Al Haris.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Memburuknya Kualitas Udara di Provinsi Jambi.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa apabila kondisi kualitas udara telah mencapai tingkat yang berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik, pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan penghentian sementara pembelajaran tatap muka atau menerapkan pembelajaran dari rumah.

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pemantauan kualitas udara serta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.

Di sisi lain, penanganan karhutla masih dilakukan di sejumlah wilayah. Al Haris menyebut proses pendinginan terus dilakukan terhadap lahan yang sebelumnya terbakar untuk mencegah munculnya kembali titik api.

“Hari ini sedang ada pendinginan,” ujarnya.

Al Haris juga meminta dukungan tambahan berupa helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman karhutla, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kami juga mengharapkan bantuan helikopter water bombing untuk langkah upaya pemadaman di lapangan yang lahannya sekiranya terbakar,” kata dia.

Al Haris menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi udara dan situasi karhutla. Jika kabut asap semakin pekat dan membahayakan kesehatan, aktivitas pendidikan maupun kegiatan masyarakat lainnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi yang utama. Kalau kondisi udara semakin membahayakan, tentu langkah-langkah untuk melindungi masyarakat akan kita lakukan,” ujar Al Haris. (red)

Pos terkait