![]()
Jambi- Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengoptimalkan kinerja untuk mengejar target pendapatan daerah dalam pembahasan Perubahan APBD 2026.
“Target pendapatan harus menjadi perhatian serius. OPD yang capaiannya belum maksimal perlu mengevaluasi kinerja dan mencari langkah konkret agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ujar Hafiz.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi dengan agenda penyampaian tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Ranperda Perubahan APBD 2026, Selasa (22/9/2026).
Menurut Hafiz, perubahan anggaran harus menjadi momentum memperbaiki kinerja pemerintah daerah, terutama dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memastikan belanja sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai perubahan anggaran hanya mengubah angka di atas kertas. Kita ingin setiap program memiliki target yang jelas, bisa dilaksanakan dalam sisa waktu anggaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Program yang mendesak dan berdampak langsung terhadap masyarakat harus mendapat perhatian, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Potensi PAD harus digali melalui inovasi dan pengelolaan yang optimal. Di sisi lain, belanja daerah juga harus tepat sasaran agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan,” katanya.
Dalam rapat paripurna tersebut, Gubernur Jambi menyampaikan tanggapan atas masukan fraksi-fraksi DPRD dan menyatakan dukungan terhadap optimalisasi anggaran pada sisa Tahun Anggaran 2026.
Hafiz menegaskan DPRD akan terus mengawal pembahasan hingga tahap persetujuan bersama yang dijadwalkan pada 30 September 2026.
“DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pendapatan dan belanja daerah berjalan sesuai kesepakatan. Yang terpenting, Perubahan APBD ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan Jambi,” pungkasnya. (*)






