Kenduri Sko Kerinci Jadi Ruang Aspirasi, Al Haris Kucurkan CSR Bank Jambi Rp 25 Juta

Loading

KERINCI– Kenduri Sko Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, tak hanya menjadi perayaan adat yang digelar sekali dalam lima tahun. Tradisi sakral masyarakat Kerinci itu juga menjadi ruang bagi warga menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.

Ribuan masyarakat memadati Lapangan Sepak Bola Bukit Pulai, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti rangkaian Kenduri Sko yang dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi senilai Rp25 juta kepada masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan sosial dan pelestarian adat sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Al Haris mengatakan Kenduri Sko bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kuat dalam menjaga sejarah, jati diri, dan nilai-nilai budaya masyarakat Kerinci.

“Tradisi ini hanya dilaksanakan lima tahun sekali. Nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” kata Al Haris, Senin (6/7/2026)

Selain menghadiri prosesi adat, Al Haris juga mendengarkan langsung sejumlah aspirasi masyarakat. Warga mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi serta meminta perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Tanjung Pauh Mudik.

Menanggapi hal tersebut, Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan segera melakukan kajian melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk menentukan langkah penanganan.

“Kalau anggaran daerah belum mencukupi, akan kita usulkan ke pemerintah pusat. Kalau bisa ditangani melalui APBD Provinsi, akan kita lakukan secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian adat yang menjadi identitas masyarakat Kerinci. Menurutnya, keberadaan lembaga adat dan nilai-nilai kearifan lokal harus tetap dipertahankan di tengah derasnya arus modernisasi.

Monadi juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman judi online dan penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus membimbing anak-anak dengan nilai adat, budaya, dan disiplin agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi,” katanya.

Kehadiran pemerintah dalam Kenduri Sko tahun ini tidak hanya memperkuat komitmen pelestarian budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi adat dapat menjadi wadah dialog antara masyarakat dan pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah. (**/red)

Pos terkait