DPR RI Semprot Pusat soal Jalan Padang Lamo Jambi Rusak, PU Diminta Bergerak!

Jambi– Anggota DPR RI, Edi Purwanto tengah menyoroti soal rusaknya Jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo Jambi yang kini alami rusak parah imbas Jalan putus pada tahun lalu di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Bungo Jambi. Edi minta supaya Kementerian PU cepat bertindak supaya jalan rusak itu cepat diperbaiki.

“Ini kan Jalan menjadi rusak karena imbas dari jalan nasional di lintas Jambi-Sumbar yang sempat ambles itu. Jalan ini panjang nya hampir 100 Km lebih yang rusak dan Jalan tersebut begitu memprihatinkan kerusakannya, jadi saya rasa Kementerian PU mesti harus segera memperbaikinya,” kata Edi Purwanto dihubungi, Kamis (16/4/2026).

Jalan Padang Lamo merupakan jalan yang menghubungkan enam kecamatan di Kabupaten Tebo Jambi. Jalan yang kini menjadi jalan alternatif utama lintas Sumatera itu juga merupakan jalan yang menunjang ekonomi masyarakat di daerah Tebo Jambi.

Sejak alami kerusakan yang sangat parah, jalan tersebut hanya diperbaiki dengan cara tambal sulam hingga alami kerusakan parah yang teramat panjang. Saat ini, sejak alami kerusakan imbas dari jalan nasional yang ambles, Jalan Padang Lamo itu tidak tersentuh sama sekali dalam perbaikan permanen oleh pemerintah daerah hingga pusat.

Edi menegaskan bahwa perbaikan jalan Padang Lamo itu tentulah teramat penting. Dia menyebut, jika kerusakan jalan yang sangat panjang tersebut juga telah mengganggu aktivitas masyarakat disekitar sana serta menghancurkan perekonomian warga.

“Maka, setidaknya tahun ini ada reaksi lah oleh Menteri PU agar bisa mentreatmen kedepan setidaknya jalan ini bisa dibantu perbaikannya. Ini kan bagian dari persoalan lama, kerusakan jalan itu yang sekarang sangat parah kan lantaran dari jalan yang ambles di lintasan Jambi-Sumbar lalu, maka ini wajib jadi prioritas perbaikan segera,” ujar Edi.

Selaku Wakil Rakyat dari Komisi V DPR RI, perwakilan Jambi, Edi merasa bertanggung jawab penuh demi memastikan jalan daerah itu bisa segera diselesaikan. Dia menyebut, jalan tersebut jadi bagian penting dari masyarakat sekitar buat kepentingan warga terutama membantu perekonomian disana.

“Jalan ini selain jalan alternatif, juga digunakan buat kepentingan logistik saat perbaikan jalan ambles itu. Dulunya pun, sebelum jalan lintas Jambi-Sumbar di daerah Bungo merupakan Jalan nasional, jalan Padang Lamo Tebo itu yang masuk jalan nasional, kini saat jadi bagian dari jalan daerah dan jalan alternatif, tetapi sekarang jalan itu rusak malah tidak diperbaiki,” terang Edi.

Ketua PDIP Jambi itu juga menyampaikan bahwa kerusakan jalan Padang Lamo ini sudah membuat warga resah yang teramat besar. Selain tuntutan warga yang begitu tinggi, Edi mengaku bahkan sempat menerima keluhan dari Bupati didaerah Tebo tersebut agar bisa dibantu perbaikannya.

“Jadi saya sekali lagi minta Kementerian PU bersikaplah, kita mohon ini imbas dari jalan ambles kerusakan jalan Padang Lamo ini. Maka perbaikan lah segera, meski waktu itu saya pernah komunikasi dengan pak Kepala Balai, skema perbaikan jalan itu pakai skema program Inpres Jalan Daerah (IJD), tetapi kalau pakai IJD, jalan sepanjang itu yang alami kerusakan kan juga repot menuntaskan langsung, maka ini penting buat kita termasuk Menteri PU bersikap buat perioritaskan perbaiki jalan itu,” pinta Edi.

Apalagi, Edi kerap ditanya-tanya mengenai progres perbaikan jalan Padang Lamo itu lantaran menjadi wakil rakyat di bidang infrastruktur di pusat. Dia menyebut terus menerima aduan itu sejauh mana progres perbaikan jalan tersebut karena kerusakan jalan disana hampir 100 Km panjangnya.

“Jadi ini bagian penting buat kita cepat bersikap perbaikan jalan ini, meski sebenarnya banyak lagi aduan-aduan lain selain kondisi jalan itu, tetapi saya rasa paham bagaimana sekarang kondisi kita saat ini. Tetapi saya ingin ini wajib jadi prioritas perbaikan secepatnya,” ucap Edi.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris sempat menyampaikan bahwa dalam perbaikan jalan di daerah itu tak bisa dilakukan menggunakan dana APBD Jambi. Menurutnya, perbaikan jalan Padang Lamo membutuhkan dana sangat besar sehingga tak mencukupi dari dana APBD Jambi tahun 2027 mendatang.

Saat ini, kata Al Haris jika jalan itu hanya bisa dilakukan perawatan tambal sulam karena tak mencukupi anggaran perbaikan permanen. Dia juga mengungkapkan supaya perbaikan jalan Padang Lamo itu menggunakan dana Impres atau bantuan perbaikan dari pemerintah pusat.

“Sebenarnya buat perbaikan jalan ini sudah kita rancangan sejak awal, tetapi karena efisiensi yang sangat besar ini membuat kita harus menyesuaikan dengan kondisi daerah sehingga realisasi perbaikan tertunda. Tetapi kalau perbaikan sepanjang itu kan tidak mungkin juga karena dananya pasti sangat besar,” kata Al Haris kepada wartawan.

Al Haris juga telah memperintahkan supaya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Jambi mengukur luas jalan yang alami kerusakan parah. Dia menyebut supaya kedepan bisa diperbaiki secara bertahap namun jika butuh perbaikan penuh tentunya harus ada bantuan dana pusat.

“Kalau buat perawatan tambal sulam sudah sering kita lakukan buat diaaggarkan pakai APBD sejak Februari 2026 lalu. Tetapi kalau perbaikan permanen kita tak punya anggaran besar, jadi mesti harus pakai dana pusat,” ujar Al Haris. (fe)

Pos terkait