Jambi- Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tekanan dan tingginya ekspektasi masyarakat. Hal itu disampaikannya sebagai bentuk penegasan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Pelayan publik adalah profesi yang sangat mulia. Kita harus terus meningkatkan mutu layanan karena ekspektasi masyarakat tidak pernah berhenti, dan terus meningkat,” kata Maulana, Senin (06/04/2026).
Kegiatan membuka Pelatihan Pelayanan Publik Angkatan III di lingkungan Pemerintah Kota Jambi Tahun 2026, bertempat di Gedung Diklat BKPSDMD Kota Jambi. Pembukaan ditandai dengan penyematan PIN kepada peserta secara simbolis. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri dilingkungan Pemkot Jambi.
Kegiatan pelatihan publik ini merupakan bagian dari program pengembangan Sumber Daya Manusia yang dibiayai melalui BKPSDMD Kota Jambi.
Menurut Maulana, tuntutan masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini semakin tinggi. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang responsif dan profesional.
“Ekspektasi masyarakat sekarang tinggi. ASN harus siap, tidak mudah goyah, dan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik,” terang Maulana.
Ia juga menyoroti tantangan utama dalam pelayanan publik di era digital saat ini, dimana kritik lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi. Oleh karena itu, ASN dituntut memiliki mental yang kuat, tidak mudah tersinggung, serta mampu menjadikan kritik sebagai bagian dari proses perbaikan.
Ia menekankan, tekanan dalam pekerjaan merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Namun, hal tersebut harus dihadapi dengan sikap profesional, integritas, serta komitmen yang kuat terhadap tugas.
Selain mental yang tangguh, Maulana juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sikap dalam melayani masyarakat. Ia meminta ASN tetap mengedepankan keramahan dan tanggung jawab dalam setiap pelayanan.
“Jangan sampai tekanan justru menurunkan kualitas pelayanan. Justru kita harus membuktikan bahwa ASN mampu bekerja lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maulana menekankan prinsip dasar pelayanan publik, yakni responsibility (tanggung jawab) dan accountability (akuntabilitas). Menurutnya, jika kedua prinsip tersebut dijalankan dengan baik, maka pelayanan yang diberikan akan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menegaskan tiga kunci utama pelayanan publik modern, yaitu:
Empati, memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti anak berkebutuhan khusus dan keluarga kurang mampu
Tangible, menghadirkan perubahan nyata yang bisa langsung dirasakan, seperti lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan menarik
Responsif, cepat dalam menanggapi keluhan maupun aspirasi masyarakat. Dan wali murid di sekolah.
“Pelayanan publik tidak hanya soal aturan, tetapi bagaimana masyarakat merasakan langsung pelayanan tersebut. Hal-hal sederhana seperti lingkungan sekolah yang nyaman bisa memberikan dampak besar,” tambahnya.
Pemkot Jambi, lanjut Maulana, akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas ASN agar mampu menjawab tantangan serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dengan mental yang kuat dan kinerja yang konsisten, Maulana optimistis ASN di Kota Jambi mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik. (fe)







