Pimpinan Bank Jambi Mesti Dievaluasi, Ini Kata Ketua DPRD

Jambi– Kisruh kasus di Bank Jambi tak kunjung mereda. Persoalan yang dipicu dugaan serangan siber dengan kerugian mencapai Rp143 miliar kini semakin berdampak luas, yang merugikan para nasabah.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah sesalkan kontradiksi pernyataan Direksi Bank Jambi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dilapangan pasca serangan siber yang menelan 143 M uang nasabah.

Meski uang nasabah sudah dikembalikan, akan tetapi pelayanan belum berjalan optimal bahkan Ia sendiri mengaku melihat nasabah antrean panjang untuk mengambil uang mereka.

“Secara nyata tentu sangat menyayangkan,beberapa kali pernyataan direksi bank jambi yang hari ini juga tidak sesuai, baik secara langsung dimana kami sudah mengundang ke dprd waktu itu,” kata Hafiz, Rabu (8/4/2026).

Hingga kini, kasus yang menyeret angka kerugian fantastis itu dinilai belum ditangani secara transparan. Informasi yang minim dan belum adanya penjelasan kongkrit dari pihak terkait membuat spekulasi terus berkembang di tengah masyarakat.

Hafiz juga mengakui bahwa bank bank lain juga terkadang mengalami gangguan, akan tetapi dalam satu hari sudah selesai.”Kenapa bank Jambi tidak bisa,? Ya artinya memang jajaran direksi perlu dievaluasi,” ujar Hafiz.

Mengenai hal itu, sampai saat ini pun sikap Gubernur Jambi Al Haris yang hingga kini belum mengambil langkah tegas terhadap jajaran pimpinan Bank Jambi. Padahal, menurutnya, berbagai persoalan yang mencuat di bank daerah tersebut sudah menjadi perhatian publik dan berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat.

Sikap yang terkesan lamban justru bisa memperkeruh situasi dan menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Ketua DPRD itu kini berharap ada langkah konkret dari pemerintah provinsi untuk memastikan tata kelola Bank Jambi berjalan profesional dan transparan.

Menyampaikan bahwasyahnya melakukan penyelesaian ATM maupun Mobile Banking sebelum lebaran Idul fitri.”Nyatanya sampai sekarang masih bermasalah, mobile banking akan selesai paling lambat setelah beberapa hari lebaran, nyatanya sampai hari ini juga tidak bisa akses,” jelas Hafiz.

Pos terkait